Bayangkan seorang pemilik warung kelontong yang sibuk melayani pembeli. Ia tidak sempat membuka buku catatan, apalagi mengetik di aplikasi pembukuan. Namun, ia tetap ingin memiliki rekam jejak keuangan yang rapi untuk mengajukan pinjaman modal.
Di sinilah CUAN.AI masuk. Aplikasi berbasis kecerdasan buatan ini dikembangkan oleh mahasiswa Teknik Informatika ITPLN dan meraih Juara 2 TEKNOVISTAFEST National IT Preneur Competition 2026 di Universitas Airlangga.
Pencatatan Transaksi Lewat Suara
Inovasi utama CUAN.AI terletak pada fitur pencatatan transaksi suara. Teknologi Speech-to-Text dan Large Language Model digunakan untuk mengidentifikasi barang, jumlah, serta harga dari ucapan pedagang. Data tersebut kemudian diolah menjadi laporan keuangan, termasuk informasi laba-rugi dan rekomendasi barang terlaris.
Ketua tim, Muhammad Khasyi Athallah, menjelaskan bahwa ide ini berangkat dari persoalan nyata. “Kami melihat persoalan utama UMKM bukan semata-mata tidak memiliki akses teknologi,” ujarnya. “Teknologi tersebut harus benar-benar mudah digunakan dalam aktivitas sehari-hari.”
Manajemen Stok Berbasis Foto
Selain pencatatan suara, CUAN.AI dilengkapi teknologi computer vision yang menganalisis foto rak atau etalase. Sistem memperkirakan kebutuhan pengisian ulang dan memberikan notifikasi ketika persediaan mulai menipis.
Fitur ini menjawab tantangan klasik UMKM: kehabisan stok barang laris tanpa disadari. Dengan AI, pemilik warung menerima peringatan dini tanpa harus menghitung manual setiap hari.
Pembukuan Otomatis di Skala Lebih Luas
Inisiatif serupa datang dari program Kementerian UMKM bersama BENAR Foundation di Surakarta. Seratus UMKM terpilih memperoleh akses gratis ke aplikasi AI MWX, termasuk fitur FinanceWhiz untuk pengelolaan keuangan dan pembukuan otomatis.
Bagi UMKM yang selama ini menganggap pembukuan sebagai beban administratif, AI menawarkan jalan keluar: laporan keuangan yang lebih cepat, transparan, dan siap digunakan untuk mengajukan pembiayaan.
Skor Kesiapan Kredit Digital
CUAN.AI juga menghadirkan fitur Skor Kesiapan Kredit Digital yang mengolah data alternatif UMKM—frekuensi transaksi, konsistensi pencatatan, dan tren pertumbuhan omzet.
Ini adalah terobosan penting. Selama ini, UMKM kesulitan mengakses kredit karena tidak memiliki rekam jejak keuangan formal. Dengan AI, pencatatan sederhana sehari-hari berubah menjadi aset yang bernilai di mata lembaga pembiayaan.
