By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Press Release

Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber

Bima
Last updated: October 6, 2026 7:01 pm
Bima
5 days ago
Share
Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
SHARE

JAKARTA, INDONESIA – Oktober 2026 – Vulnerability management semakin menghadapi tantangan karena lingkungan enterprise berubah terus-menerus. Ketika assessment dilakukan terlalu jarang, hasil yang diterima tim keamanan dapat segera tertinggal setelah aplikasi, infrastruktur, atau konfigurasi berubah.

Zentara melihat empat perubahan penting dalam pendekatan vulnerability management: assessment on demand, prioritisasi berdasarkan exploitability, output yang langsung terhubung ke workflow, dan penggunaan tenaga ahli untuk melakukan validasi mendalam.

Melalui AVAS, komponen lingkungan enterprise dapat dipindai secara paralel. Menurut Zentara, full enterprise assessment dapat selesai dalam waktu kurang dari 15 menit. Hal tersebut memungkinkan assessment dilakukan setelah release besar, perubahan infrastruktur, atau ketika vulnerability kritis baru dipublikasikan.

Prioritas juga tidak hanya ditentukan oleh CVSS. AVAS menggunakan sinyal exploitability, informasi threat feed, status known-exploited vulnerability, peran aset dalam bisnis, dan sinyal predictive modelling untuk membantu menentukan temuan yang perlu mendapat perhatian.

Pendekatan tersebut menempatkan vulnerability assessment platform sebagai bagian dari vulnerability assessment services, bukan sebagai pengganti validasi manusia.

Automation dapat membantu menemukan dan memprioritaskan kerentanan, tetapi pembuktian dampak tetap membutuhkan pengujian manual. Dalam praktiknya, certified testers dapat melakukan exploitation dan lateral movement dalam scope yang telah diotorisasi untuk membuktikan bagaimana sebuah rangkaian kelemahan dapat memengaruhi aset penting.

Dengan assessment yang lebih cepat dan output yang dapat dihubungkan ke SOC, SIEM, serta DevSecOps, vulnerability management dapat bergerak dari proyek berkala menjadi proses yang lebih berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

You Might Also Like

Biaya Hidup Sebulan Rp3 Juta, Masih Bisa Nabung?
South Treasure Metland Cyber Puri, Pilihan Hunian untuk Pengalaman Luxury Living
Optimistis Pembiayaan EV Terus Bertumbuh, BRI Finance Sambut Kebijakan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik
Mendorong Masa Depan Kesehatan, Prodia Science Award 2026 Apresiasi Inovasi Peneliti Indonesia
Grand Opening Mitra10 Pengayoman Makassar, Belanja Kebutuhan Rumah Lebih Hemat dengan Beragam Promo
Previous Article Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia
Next Article KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?