By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: Tips Membagi Waktu untuk yang Punya Pekerjaan Sampingan Berjualan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Press Release

Tips Membagi Waktu untuk yang Punya Pekerjaan Sampingan Berjualan

Bima
Last updated: September 13, 2026 6:15 pm
Bima
4 weeks ago
Share
Tips Membagi Waktu untuk yang Punya Pekerjaan Sampingan Berjualan
Tips Membagi Waktu untuk yang Punya Pekerjaan Sampingan Berjualan
SHARE

Punya pekerjaan sampingan berjualan bisa menjadi cara untuk menambah pemasukan sekaligus mengembangkan usaha. Namun, menjalankan bisnis di luar pekerjaan utama membutuhkan pengaturan waktu yang baik.

Contents
1. Tentukan Waktu Khusus untuk Mengurus Usaha2. Buat Daftar Pekerjaan Berdasarkan Prioritas3. Manfaatkan Waktu Luang dengan Efisien4. Tetapkan Batas antara Pekerjaan dan Bisnis5. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha6. Evaluasi Rutinitas Secara BerkalaKelola Keuangan Usaha dengan Neo Bisnis

Ketika pesanan mulai bertambah, aktivitas seperti membalas chat pelanggan, menyiapkan barang, mengatur stok, hingga mencatat transaksi bisa ikut menyita waktu. Kalau tidak diatur, pekerjaan sampingan justru bisa mengganggu pekerjaan utama dan waktu istirahat.

Supaya keduanya tetap berjalan, berikut beberapa tips membagi waktu yang bisa kamu coba.

1. Tentukan Waktu Khusus untuk Mengurus Usaha

Mulai dengan menentukan waktu khusus untuk mengurus pekerjaan sampingan. Misalnya, kamu bisa menggunakan waktu setelah pulang kerja untuk membalas pesan pelanggan dan memproses pesanan.

Sementara itu, pekerjaan yang membutuhkan waktu lebih panjang seperti membuat konten, mengecek stok, atau menyiapkan barang bisa dilakukan pada akhir pekan.

Dengan pembagian seperti ini, kamu tidak perlu terus-menerus memikirkan pekerjaan sampingan sepanjang hari.

2. Buat Daftar Pekerjaan Berdasarkan Prioritas

Ketika mengurus bisnis sendirian, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Namun, semuanya tidak harus diselesaikan dalam waktu yang sama.

Buat daftar pekerjaan berdasarkan tingkat kepentingannya. Misalnya:

– Memproses pesanan yang masuk

– Membalas pertanyaan pelanggan

– Menyiapkan dan mengemas barang

– Mengecek stok

– Mencatat transaksi

– Membuat konten promosi

Pekerjaan yang berkaitan langsung dengan pesanan pelanggan bisa menjadi prioritas. Sementara pekerjaan lainnya dapat dijadwalkan sesuai waktu yang tersedia.

3. Manfaatkan Waktu Luang dengan Efisien

Tidak semua aktivitas bisnis membutuhkan waktu berjam-jam. Beberapa pekerjaan bisa dilakukan di sela-sela waktu yang tersedia.

Misalnya, kamu bisa membalas pesan pelanggan pada waktu yang sudah ditentukan atau membuat beberapa konten sekaligus untuk digunakan selama beberapa hari.

Mengelompokkan pekerjaan yang serupa juga bisa membantu menghemat waktu. Dengan begitu, kamu tidak perlu berulang kali berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.

4. Tetapkan Batas antara Pekerjaan dan Bisnis

Memiliki pekerjaan sampingan bukan berarti seluruh waktu di luar kantor harus digunakan untuk berjualan.

Tetapkan batas yang jelas antara pekerjaan utama, bisnis, dan waktu pribadi. Ketika jam kerja selesai, kamu bisa beralih ke bisnis sesuai jadwal yang sudah dibuat. Setelah pekerjaan sampingan selesai, beri waktu untuk beristirahat.

Pembagian ini penting agar kamu tetap bisa menjalankan bisnis tanpa mengorbankan kebutuhan istirahat.

5. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha

Selain membagi waktu, pisahkan juga keuangan pribadi dengan keuangan usaha.

Ketika pemasukan dari penjualan bercampur dengan uang pribadi, kamu akan lebih sulit mengetahui berapa omzet, pengeluaran, dan dana yang sebenarnya tersedia untuk bisnis.

Menggunakan rekening usaha khusus dapat membantu transaksi bisnis menjadi lebih mudah dipantau. Pemasukan dari pelanggan dan pengeluaran untuk kebutuhan usaha bisa dicatat secara terpisah dari transaksi pribadi.

6. Evaluasi Rutinitas Secara Berkala

Rutinitas bisnis bisa berubah ketika jumlah pelanggan dan pesanan bertambah. Jadwal yang awalnya terasa cukup mungkin menjadi kurang efektif ketika usaha mulai berkembang.

Karena itu, luangkan waktu untuk mengevaluasi aktivitas usaha. Perhatikan pekerjaan apa yang paling banyak menyita waktu dan cari cara untuk membuat prosesnya lebih efisien.

Kamu juga tidak harus mengerjakan semuanya sendiri. Ketika bisnis sudah semakin berkembang, beberapa pekerjaan bisa mulai didelegasikan atau menggunakan bantuan layanan tertentu sesuai kebutuhan.

Kelola Keuangan Usaha dengan Neo Bisnis

Setelah waktu untuk pekerjaan utama dan bisnis mulai tertata, jangan lupa memperhatikan pengelolaan keuangan usaha. Salah satunya dengan memiliki rekening yang digunakan khusus untuk transaksi bisnis.

Buat kamu yang ingin buka rekening atas nama usaha, Neo Bisnis di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan perbankan usaha secara digital.

Melalui layanan neobank merchant di Neo Bisnis, pelaku usaha dapat menerima pembayaran menggunakan satu kode QR sesuai standar QRIS. Neo Bisnis menyediakan layanan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan transaksi pelaku usaha, di antaranya:

– Pencatatan kas masuk dan kas keluar secara otomatis

– Bunga tabungan kompetitif*

– Gratis transfer antarbank hingga 90 kali per bulan

– Pembuatan QRIS merchant yang praktis dan mudah

– Pencairan dana hasil transaksi QRIS hingga 3 kali sehari, termasuk saat akhir pekan dan hari libur nasional untuk transaksi yang diproses sebelum pukul 14.00 WIB

Fitur-fitur tersebut dapat membantu pelaku usaha mengelola transaksi harian dengan lebih praktis sekaligus memantau arus kas bisnis.

Sebelum membuka rekening, pastikan kamu memahami fitur produk, manfaat, biaya, risiko, serta syarat dan ketentuan yang berlaku.

***

Jika ingin mulai menggunakan Neo Bisnis, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Bisnis di website resmi Bank Neo Commerce.  

*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Tabungan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,75% per tahun

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

You Might Also Like

Pastikan Infrastruktur Jalan Tol Tetap Andal, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Pekerjaan Preservasi di Jalan Tol Jakarta–Cikampek
BRI KCP Senen Jaya Hadirkan Layanan Weekend Banking untuk Kemudahan Transaksi Nasabah
INS Sunayna Tiba di Jakarta, Misi “One Ocean, One Mission” Perkuat Sinergi Maritim Indonesia–India
BRI Finance Tegaskan Peran Strategis Pembiayaan dalam Mendukung Kemandirian Perempuan
Kenapa Gaji Naik tapi Tabungan Tetap Nol? Kenali Lifestyle Inflation dan Cara Mendeteksinya
Previous Article September Ceria, Saatnya Bikin Rencana Makin Nyata Bersama Fasilitas Dana Tunai BRI Finance September Ceria, Saatnya Bikin Rencana Makin Nyata Bersama Fasilitas Dana Tunai BRI Finance
Next Article Hilirisasi Mineral Ciptakan Nilai Lebih Besar bagi Indonesia Hilirisasi Mineral Ciptakan Nilai Lebih Besar bagi Indonesia
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?