Ledakan Transaksi Digital Sepanjang 2025
Digitalisasi sistem pembayaran Indonesia mengalami akselerasi luar biasa sepanjang 2025. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,66 miliar transaksi pada November 2025, tumbuh 41,12 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Pertumbuhan tertinggi datang dari transaksi QRIS yang melonjak 143,64 persen yoy. Sepanjang 2025, volume transaksi QRIS tercatat mencapai 15,51 miliar transaksi, melonjak 148,54 persen yoy, dengan nilai transaksi mencapai Rp1.420,66 triliun atau tumbuh 115,27 persen yoy.
QRIS sebagai Pintu Gerbang UMKM ke Ekosistem Digital
Bank Indonesia menegaskan bahwa QRIS berperan sebagai pintu masuk UMKM ke dalam ekosistem ekonomi digital. Melalui fasilitasi proses onboarding merchant QRIS, pelaku UMKM memperoleh akses terhadap akun pembayaran digital yang membuka peluang lebih luas.
Pada kuartal IV 2025, merchant UMKM mencapai 40,74 persen dari total merchant QRIS, menunjukkan penetrasi yang semakin dalam ke sektor usaha mikro dan kecil. Jumlah pengguna QRIS juga menembus 59 juta orang, mencakup transaksi domestik dan lintas negara dengan Malaysia, Thailand, Jepang, dan lainnya.
Dampak terhadap Inklusi Keuangan Nasional
Bank Indonesia menyoroti bahwa sekitar 44 persen penduduk dewasa belum memiliki rekening keuangan formal pada 2024. Kondisi ini mendorong perlunya peningkatan adopsi pembayaran digital sebagai jalur strategis untuk mempercepat inklusi keuangan nasional.
Dalam sejumlah kajian akademik, digitalisasi pembayaran disebut memiliki dampak luas terhadap perilaku konsumsi. Studi Chen et al. (2019) menemukan bahwa platform pembayaran digital mendorong peningkatan konsumsi melalui kemudahan bertransaksi, pengelolaan keuangan yang lebih baik, serta peningkatan kepercayaan konsumen.
Inovasi QRIS Tap dan Ekspansi Lintas Negara
Inovasi terbaru dalam ekosistem QRIS adalah QRIS Tap yang mencatat pertumbuhan 1.200 persen pada Desember 2025. Teknologi ini memungkinkan pembayaran tanpa memindai kode, cukup dengan menempelkan perangkat, meningkatkan kecepatan dan kenyamanan transaksi.
Ekspansi lintas negara juga terus diperluas, dengan QRIS kini dapat digunakan di Malaysia, Thailand, dan Jepang, mendukung kemudahan wisatawan dan menjaga stabilitas rupiah.
Sinergi Kebijakan dan Proyeksi ke Depan
Bank Indonesia bersama OJK terus mempererat sinergi dalam pengaturan dan pengawasan digitalisasi sistem pembayaran dan lembaga keuangan, termasuk terhadap aset kripto dan Industri Teknologi Sistem Keuangan (ITSK).
Ke depan, QRIS diproyeksikan terus menjadi tulang punggung sistem pembayaran nasional, dengan pengembangan berkelanjutan pada aspek keamanan, interoperabilitas, dan jangkauan global.
