By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: Okupansi Mal Premium Jakarta Tembus 90%, Brand F&B Global Berebut Ruang Ekspansi
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Press Release

Okupansi Mal Premium Jakarta Tembus 90%, Brand F&B Global Berebut Ruang Ekspansi

Bima
Last updated: September 11, 2026 3:00 pm
Bima
1 month ago
Share
Okupansi Mal Premium Jakarta Tembus 90%, Brand F&B Global Berebut Ruang Ekspansi
Okupansi Mal Premium Jakarta Tembus 90%, Brand F&B Global Berebut Ruang Ekspansi
SHARE

Di tengah tingginya okupansi mal premium di Jakarta dan masuknya brand F&B global baru sepanjang 2026, PT Ardeco Karya Global memposisikan diri sebagai mitra eksekusi konstruksi bagi brand F&B dan ritel yang berekspansi di Indonesia. Melalui Direktur Henri Kristanto Pribadi, Ardeco menegaskan bahwa proyek F&B dan ritel membutuhkan kontraktor spesialis, bukan kontraktor umum, agar kualitas dan konsistensi bangunan tetap terjaga di setiap outlet.

Gelombang ekspansi brand ritel dan F&B internasional ke Jakarta semakin terasa sepanjang 2026. Berdasarkan laporan Colliers Quarterly kuartal pertama 2026, tingkat hunian rata-rata pusat belanja kelas atas di Jakarta bertahan di level 90%, yang menjadi sinyal bahwa ruang di mal-mal premium semakin diperebutkan.

Sektor F&B memimpin pergerakan tersebut. Sejumlah nama baru dari Jepang hingga Eropa, seperti HATOYA Kyoto, Hikiniku to Kome, dan Läderach, mulai membuka gerai di lokasi strategis seperti Plaza Indonesia dan Senayan City. Tren ini berjalan beriringan dengan data Bank Indonesia yang mencatat penjualan kategori makanan dan minuman tumbuh 8,5% secara berturut-turut menjelang akhir tahun lalu.

Di balik angka-angka pertumbuhan tersebut, ekspansi fisik bukanlah perkara yang sederhana. Setiap brand yang membuka cabang baru dihadapkan pada tenggat waktu yang ketat, standar desain yang harus konsisten dengan identitas global mereka, serta kompleksitas teknis mulai dari perizinan hingga detail interior yang kerap luput dari kalkulasi awal.

“Banyak brand yang sudah matang secara konsep, tapi terkendala saat masuk ke tahap eksekusi fisik di lapangan. Kontraktor umum biasanya cukup untuk proyek residensial atau perkantoran biasa, tapi proyek F&B dan ritel punya tuntutan yang berbeda, mulai dari kecepatan pengerjaan, presisi detail, sampai kepatuhan terhadap standar brand yang dibawa dari negara asal,” ujar Henri Kristanto Pribadi, Direktur PT Ardeco Karya Global (Ardeco), kontraktor sipil dan interior yang telah menangani berbagai proyek F&B dan ritel di Jakarta.

Menjawab dinamika tersebut, Ardeco memposisikan diri sebagai mitra eksekusi bagi brand F&B dan ritel, baik lokal maupun internasional, yang tengah merencanakan pembukaan cabang baru di Indonesia. Perusahaan ini berfokus pada proyek-proyek yang menuntut pemahaman mendalam terhadap kebutuhan operasional F&B, mulai dari alur kerja dapur, tata ruang pengunjung, hingga detail estetika yang menjadi identitas suatu brand.

“Setiap brand punya standar dan karakter yang berbeda-beda, dan itu harus diterjemahkan dengan tepat ke dalam ruang fisik. Bukan hanya soal membangun, tapi memastikan kualitas pekerjaan cabang baru itu benar-benar merepresentasikan brand-nya sejak hari pertama buka,” jelas Henri.

Menurutnya, kompleksitas ini akan semakin terasa seiring dengan semakin banyaknya brand asing yang melihat Indonesia, khususnya Jakarta, sebagai pasar prioritas untuk ekspansi di Asia Tenggara. Kondisi ini menuntut kontraktor yang tidak hanya mampu mengerjakan proyek dengan cepat, tetapi juga memahami nuansa teknis proyek F&B secara spesifik.

“Ke depan, brand yang berhasil ekspansi bukan cuma yang punya konsep kuat, tapi juga yang punya partner eksekusi yang paham bahwa kualitas bangunan merepresentasikan kualitas produk. Konsistensi itu harus sama di setiap outlet, di negara mana pun brand itu berada. Di situlah kontraktor spesialis akan semakin dibutuhkan,” tutup Henri.

Dengan tren okupansi mal premium yang terus tinggi dan minat brand global yang belum menunjukkan tanda-tanda melambat, kebutuhan akan kontraktor yang memahami kompleksitas proyek F&B dan ritel diperkirakan akan terus meningkat sepanjang 2026.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

You Might Also Like

CLARITY Act Terganjal di Senat AS, Indonesia Sudah Punya Fondasi Regulasi Kripto
Lewat Inovasi Pembelajaran Fleksibel, Universitas Terbuka Sabet Penghargaan DIA 2026
Palantir dan Apple Jadi Sorotan, Saham Teknologi AS Masih Punya Katalis Pertumbuhan
KEMEN PU dan PTPP Selesaikan Proyek Pembangunan 69 Titik SPPG di 15 Provinsi dalam 37 Hari, Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Beralih dari Telepon Kabel ke IP Phone, Apa Keuntungannya untuk Bisnis?
Previous Article Apple Masuk ke Pasar Foldable, Bisakah iPhone Duo Menyaingi Samsung? Apple Masuk ke Pasar Foldable, Bisakah iPhone Duo Menyaingi Samsung?
Next Article transcosmos Indonesia Perluas Jejak di Luar Pulau Jawa untuk Perkuat Kapasitas Operasional Jangka Panjang transcosmos Indonesia Perluas Jejak di Luar Pulau Jawa untuk Perkuat Kapasitas Operasional Jangka Panjang
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?