By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: Hilirisasi Nikel Perkuat Transformasi Ekonomi di Sulawesi
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Press Release

Hilirisasi Nikel Perkuat Transformasi Ekonomi di Sulawesi

Bima
Last updated: October 2, 2026 12:01 pm
Bima
1 week ago
Share
Hilirisasi Nikel Perkuat Transformasi Ekonomi di Sulawesi
Hilirisasi Nikel Perkuat Transformasi Ekonomi di Sulawesi
SHARE

JAKARTA — Perkembangan industri pengolahan mineral turut membentuk lanskap ekonomi baru di sejumlah wilayah Sulawesi. Ekspansi aktivitas pengolahan nikel memperpanjang rantai nilai mineral di dalam negeri dan membuka ruang bagi berkembangnya aktivitas industri, investasi, tenaga kerja, serta kegiatan ekonomi pendukung di daerah.

Di Sulawesi Selatan, misalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian pada triwulan II 2026 tumbuh 5,59% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. PDRB Sulawesi Selatan pada periode tersebut mencapai Rp206,70 triliun atas dasar harga berlaku atau Rp110,41 triliun atas dasar harga konstan 2010.

Perkembangan tersebut berlangsung di tengah semakin besarnya perhatian terhadap penguatan industri pengolahan mineral di Sulawesi. Nikel menjadi salah satu komoditas penting dalam proses ini seiring berkembangnya fasilitas pengolahan serta rantai pasok yang terkait dengan industri logam dan bahan baku baterai.

Ekonom CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai pengembangan rantai nilai kendaraan listrik di Indonesia mulai menunjukkan integrasi dari aktivitas hulu hingga pengolahan.

“Kalau di upstream kita sudah high maturity, sementara di midstream dan downstream masih berkembang. Tapi ke depan ini bisa meningkat cepat, dan dampaknya terhadap perekonomian daerah juga akan semakin besar,” ujar Faisal.

Menurut Faisal, transformasi struktur ekonomi dapat terlihat antara lain di Morowali dan Morowali Utara, Sulawesi Tengah, yang dalam satu dekade terakhir mengalami perkembangan aktivitas industri berbasis pengolahan mineral.

“Kalau dulu Morowali didominasi pertambangan dan pertanian, sekarang lebih dari 75% ekonominya ditopang sektor industri,” katanya.

Perubahan struktur ekonomi tersebut menunjukkan bagaimana keberadaan industri pengolahan dapat memperluas aktivitas ekonomi di wilayah yang sebelumnya lebih bertumpu pada sektor primer. Namun, besarnya manfaat hilirisasi tidak hanya ditentukan oleh peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga oleh kemampuan membangun keterkaitan dengan perekonomian lokal, pengembangan tenaga kerja, serta tata kelola industri yang berkelanjutan.

Investasi Pengolahan Terus Berkembang

Sejumlah pelaku industri terus mengembangkan investasi pengolahan nikel di Sulawesi. Salah satunya PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari Grup MIND ID, yang mengembangkan proyek pertumbuhan di Pomalaa, Morowali, dan Sorowako sebagai bagian dari ekspansi rantai nilai nikelnya.

Pengembangan tersebut mencakup fasilitas berbasis teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) yang dirancang untuk menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), produk antara yang dapat digunakan lebih lanjut dalam rantai pasok material baterai. Informasi perusahaan menunjukkan pengembangan HPAL terkait proyek Pomalaa, Bahodopi, dan Sorowako Limonite.

Perkembangan serupa di berbagai kawasan industri menunjukkan bahwa hilirisasi nikel di Sulawesi semakin membentuk ekosistem yang melibatkan perusahaan pertambangan, pengolahan mineral, penyedia teknologi, tenaga kerja, serta berbagai kegiatan ekonomi pendukung.

Bagi daerah penghasil sumber daya, tantangan berikutnya adalah memastikan ekspansi industri tersebut menghasilkan manfaat ekonomi yang semakin luas. Peningkatan nilai tambah perlu berjalan bersama pengembangan kapasitas tenaga kerja lokal, keterlibatan usaha daerah, pengelolaan dampak lingkungan, serta penciptaan kegiatan ekonomi yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

Dengan cadangan mineral dan berkembangnya kapasitas industri pengolahan, Sulawesi memiliki posisi penting dalam rantai nilai mineral Indonesia. Keberlanjutan transformasi tersebut akan ditentukan tidak hanya oleh besarnya investasi dan produksi, tetapi juga oleh sejauh mana industrialisasi mampu menghasilkan nilai tambah yang terhubung dengan pembangunan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

You Might Also Like

Semarak Merah Putih Kemerdekaan BRI Region 6 Diwarnai Aksi Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT
Tingkatkan Layanan di Website Resmi, napocut Tawarkan Solusi Belanja Praktis dan Bonus Eksklusif
Akta Pendirian Perseroda PAM JAYA Resmi Ditandatangani
PetroSync Provides API 510 Training to Strengthen Pressure Vessel Inspection
BINUS Online Future Festival Bekali Generasi Muda untuk Memahami Potensi Diri & Lebih Siap Memulai Karier
Previous Article Strayos: Software AI Pertambangan untuk Desain Peledakan dari Data Drone Survey Strayos: Software AI Pertambangan untuk Desain Peledakan dari Data Drone Survey
Next Article Native Grup Perkuat Jejak di Industri F&B Lewat Inovasi dan Ekspansi Bisnis Native Grup Perkuat Jejak di Industri F&B Lewat Inovasi dan Ekspansi Bisnis
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?