By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: Demi Pulangkan Korban, Prajurit TNI Terobos Medan Ekstrem dan Hadapi Hujan Peluru OPM di Yahukimo
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Bisnis

Demi Pulangkan Korban, Prajurit TNI Terobos Medan Ekstrem dan Hadapi Hujan Peluru OPM di Yahukimo

vritimes
Last updated: July 29, 2026 1:19 pm
vritimes
3 weeks ago
Share
Demi Pulangkan Korban, Prajurit TNI Terobos Medan Ekstrem dan Hadapi Hujan Peluru OPM di Yahukimo
SHARE

Mimika, 29 Juli 2026 – Menembus pegunungan terjal
sejauh puluhan kilometer, menghadapi cuaca ekstrem, hingga berhadapan langsung
dengan kelompok bersenjata OPM, prajurit TNI dari Satuan Tugas Habema tetap
melangkah maju. Bukan untuk mencari pertempuran, melainkan menjalankan misi
kemanusiaan dengan membawa pulang warga sipil Orang Asli Papua (OAP) yang
menjadi korban pembunuhan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua
Pegunungan.

Misi tersebut tidak berlangsung dengan mudah. Lokasi
kejadian berada sekitar 65 kilometer dari pusat Kabupaten Yahukimo dengan
kondisi geografis yang didominasi pegunungan terjal dan akses yang sangat
terbatas. Meski dihadapkan pada medan yang berat dan berbagai tantangan di
lapangan, prajurit TNI tetap melakukan penyisiran secara bertahap demi
memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi dengan layak.

Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayjen TNI Yudha
Airlangga,
menjelaskan bahwa proses pencarian diawali
dengan ditemukannya jejak darah yang mengarah ke lokasi para korban. “Kami
menemukan jejak darah terlebih dahulu, kemudian menelusurinya hingga mengarah
ke lokasi korban. Saat proses penyisiran berlangsung sekitar pukul 11.20 hingga
11.40 WIT, pasukan kami mendapat perlawanan dari kelompok bersenjata OPM hingga
terjadi kontak tembak. Mereka sudah menunggu kami, namun seluruh personel mampu
mengantisipasi situasi tersebut sehingga misi kemanusiaan tetap dapat dilanjutkan.”

Setelah situasi berhasil dikendalikan, prajurit TNI
akhirnya menemukan dan mengevakuasi dua jenazah korban yang diketahui merupakan
pasangan suami istri, yakni Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya dan istrinya,
Pam Wendakwe. Sementara itu, satu korban lainnya yang merupakan seorang
perempuan dari Suku Unaukam hingga kini masih dalam proses pencarian, sedangkan
identitas lengkapnya masih terus didalami oleh aparat.

Mayjen TNI Yudha
Airlangga
, menegaskan
bahwa keselamatan warga sipil selalu menjadi prioritas utama dalam setiap
pelaksanaan tugas. “Sebagai seorang prajurit, kami
sudah memahami setiap risiko dalam menjalankan tugas. Namun, ketika yang kami
hadapi adalah warga sipil yang menjadi korban kekerasan, kami tidak bisa
tinggal diam. Medannya berat, cuacanya tidak bersahabat, bahkan kami sempat
mendapat perlawanan dari kelompok bersenjata. Tidak ada satu pun prajurit yang
mundur. Prioritas kami hanya satu, memastikan para korban dapat dievakuasi dan
kembali kepada keluarganya dengan layak. Tidak boleh ada rasa takut yang
mengalahkan nilai kemanusiaan.”

Saat ditemukan, kondisi kedua jenazah sangat memprihatinkan
dan menunjukkan adanya tindakan yang tidak manusiawi. Setelah berhasil
dievakuasi dari lokasi kejadian, kedua korban dibawa ke RSUD Dekai sekitar
pukul 14.30 WIT untuk menjalani proses visum sebelum diserahkan kepada pihak
keluarga dan pihak berwenang. Proses evakuasi tersebut juga dipantau langsung
oleh Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, sebagai bentuk perhatian terhadap
penanganan para korban.

Dalam kesempatan yang sama, Mayjen Yudha Airlangga
turut membantah tegas narasi yang disebarkan kelompok OPM yang menyebut para
korban merupakan bagian dari intelijen TNI. Menurutnya, tudingan tersebut sama
sekali tidak berdasar dan hanya memperkeruh situasi. Ia menegaskan bahwa para
korban adalah warga sipil Orang Asli Papua yang menjadi korban tindak
kekerasan, sehingga sudah sepatutnya memperoleh perlindungan, penghormatan, dan
penanganan yang layak sebagai sesama anak bangsa.

Di balik keberhasilan
operasi tersebut, tersimpan dedikasi dan pengorbanan para prajurit yang rela
mempertaruhkan keselamatan demi menunaikan misi kemanusiaan. Menembus medan
ekstrem, menghadapi cuaca yang tidak menentu, hingga tetap bertahan di bawah ancaman
kelompok bersenjata, mereka membuktikan bahwa kehadiran TNI di Papua tidak
hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memastikan setiap warga yang
menjadi korban dapat memperoleh pertolongan. Bagi Satgas Habema, setiap nyawa
masyarakat Papua adalah amanah yang harus diperjuangkan, dan selama masih ada
warga yang membutuhkan bantuan, prajurit akan terus hadir di garis terdepan,
apa pun risiko yang harus dihadapi.

You Might Also Like

Bank Raya Dukung Generasi Muda Bangun Resiliensi Finansial di Young On Top National Conference (YOTNC) 2026
Cara Mengatur Cicilan Agar Tidak Mengganggu Kebutuhan Rumah Tangga
Bank Raya Kembali Raih Penghargaan, dalam Inovasi Layanan Digital yang Memahami Kebutuhan Masyarakat
Promo Top Up Game Terbaru: Cara Dapat Diskon Terbaik dan Tetap Aman
Sering Dianggap Mirip Serigala, Ini Fakta Menarik tentang Anjing Husky
Previous Article Telkom AI Center Malang dan Witel Jatim Barat Malang Gelar Workshop AI Productivity untuk Tingkatkan Produktivitas Pegawai Telkom AI Center Malang dan Witel Jatim Barat Malang Gelar Workshop AI Productivity untuk Tingkatkan Produktivitas Pegawai
Next Article Perluas Layanan Perbankan, BRI Region 6 Hadirkan Kantor Kas di Universitas Negeri Jakarta Perluas Layanan Perbankan, BRI Region 6 Hadirkan Kantor Kas di Universitas Negeri Jakarta
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?