By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: Cakra Elektrolisis, Teknologi Sterilisasi Air Tambak Karya Anak Bangsa, Mulai Dipercaya Tambak Besar di Pulau Jawa
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Press Release

Cakra Elektrolisis, Teknologi Sterilisasi Air Tambak Karya Anak Bangsa, Mulai Dipercaya Tambak Besar di Pulau Jawa

Bima
Last updated: October 12, 2026 2:00 pm
Bima
1 day ago
Share
Cakra Elektrolisis, Teknologi Sterilisasi Air Tambak Karya Anak Bangsa, Mulai Dipercaya Tambak Besar di Pulau Jawa
Cakra Elektrolisis, Teknologi Sterilisasi Air Tambak Karya Anak Bangsa, Mulai Dipercaya Tambak Besar di Pulau Jawa
SHARE

Cakra Elektrolisis, teknologi air tambak tanpa kaporit karya anak bangsa, kini mulai dipercaya & diterapkan di tambak Pulau Jawa. Tersedia 4 titik strategis yang bisa dikunjungi untuk membuktikan langsung kualitas air pasca proses cakra elektrolisis

Contents
Empat Titik Strategis Cakra Elektrolisis di Pulau JawaBuktikan Sendiri: Ambil Sampel Air, Cek KualitasnyaMengapa sterilisasi air tambak semakin pentingCakra Elektrolisis alam sistem FDSSpesifikasi Disesuaikan Kondisi Tiap Tambak

Yogyakarta –  FisTx Indonesia, perusahaan teknologi akuakultur asal Yogyakarta, mengumumkan bahwa Cakra Elektrolisis, sistem sterilisasi air tambak berbasis elektrokimia yang dirancang sebagai pengganti kaporit, kini beroperasi di empat titik strategis di Pulau Jawa. Produk karya anak bangsa yang baru diperkenalkan pada awal 2026 ini mulai dipercaya tambak-tambak besar, dan masyarakat dipersilakan datang untuk membuktikan sendiri lewat pengambilan sampel air serta pengecekan kualitas air setelah penggunaan elektrolisis.

Empat Titik Strategis Cakra Elektrolisis di Pulau Jawa

Berikut lokasi Cakra Elektrolisis yang dapat anda jadikan referensi dan perbandingan performa kualitas air dan budidaya setelah proses elektrolisis :

– Jawa bagian timur : Banyuwangi, Pantai Blimbingsari

– Jawa bagian barat : Kota Serang, Banten

– Pantai selatan Jawa : Purworejo, Tambak KSO FisTx

– Pantai utara Jawa (Pantura) : Jepara, PT Ghana Utamadi Dhuniara

Keempat titik ini mewakili kondisi perairan dan pola budidaya yang berbeda-beda di Pulau Jawa, salah satu wilayah penyumbang pasokan udang nasional. Calon pengguna dapat memilih lokasi yang paling dekat dengan tambak atau kantor mereka.

Buktikan Sendiri: Ambil Sampel Air, Cek Kualitasnya

FisTx mengajak petambak, pengelola tambak, dan pemangku kepentingan industri udang untuk tidak sekadar percaya pada klaim. “Jika ingin menguji secara langsung dapat mengambil sampel air di lokasi, lalu memeriksa kualitas air pasca penggunaan elektrolisis melalui laboratorium atau alat uji pilihan mereka,” jelas tim FisTx. Kunjungan dikoordinasikan melalui tim FisTx agar pengambilan sampel berjalan lancar.

“Kepercayaan tambak-tambak di Pulau Jawa terhadap Cakra Elektrolisis menunjukkan bahwa petambak Indonesia kini siap memilih teknologi dalam negeri. Cakra lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, sebagai pengganti kaporit yang selama ini harus dibeli dan ditangani berulang di setiap siklus. Kami tidak meminta siapa pun percaya begitu saja. Silakan datang ke lokasi, ambil sampel air, dan buktikan sendiri kualitasnya,” ujar Rico Wisnu Wibisono, CEO FisTx Indonesia

Mengapa sterilisasi air tambak semakin penting

Industri udang nasional sedang didorong tumbuh. Dirjen Perikanan Budidaya KKP menyebut pada April 2026 produksi udang nasional berada di kisaran lebih dari 1 juta ton, dengan target sekitar 2 juta ton per tahun. Dari sisi ekspor, nilai ekspor udang Indonesia pada Januari–September 2025 mencapai sekitar US$1,4 miliar atau naik 17,5% dibanding tahun sebelumnya, dengan Amerika Serikat sebagai tujuan terbesar (63,1%).

Seiring budidaya yang makin intensif, kualitas air dan biosecurity menjadi fondasi utama. Selama ini kaporit menjadi pilihan umum untuk sterilisasi air, namun pemakaiannya berarti membeli, mengangkut, menyimpan, dan menangani bahan kimia secara berulang di setiap siklus. Cakra Elektrolisis hadir sebagai alternatif tanpa kaporit.

Cakra Elektrolisis alam sistem FDS

Cakra Elektrolisis merupakan bagian dari FDS (FisTx Disinfectan System) bersama Baskara UV dan Nano Disinfektan. Dalam ajang FARM 2026 di Swissôtel Jakarta PIK Avenue pada 29 September 2026, demo cara kerja Cakra Elektrolisis menjadi daya tarik utama booth FisTx di hadapan lebih dari 350 pengunjung yang sebagian besar adalah teknisi dan pemilik tambak udang.

Sebagai gambaran data lapangan, pada salah satu Kolam B7 (Tambak Area Banyuwangi – Pantai Blimbingsari) yang menerapkan Cakra Elektrolisis, hasil panen siklus pertama (periode Juli 2026) mencatat total panen 9.501 kg pada luasan 5.000 m² dengan DOC 80, FCR 1,21, dan SR 82%.

Spesifikasi Disesuaikan Kondisi Tiap Tambak

Setiap tambak memiliki luasan, sumber air, salinitas, dan pola operasional yang berbeda. Karena itu, FisTx selalu menyarankan calon pengguna berkonsultasi dengan tim teknologi FisTx untuk mendapatkan spesifikasi Cakra Elektrolisis yang sesuai kondisi lapangan sehingga performanya maksimal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

You Might Also Like

Beelingua Tampil di Techman Day 31 Maret 2026: Solusi Pembelajaran Bahasa Asing yang Adaptif dan Interaktif
Cara Memulai Trading Gold untuk Pemula dengan Modal yang Terukur
Di Usia Berapa Sebaiknya Mulai Investasi?
Kalap Checkout di Live Shopping? Belanja Boleh, Asal Jangan Impulsif
Harga Emas Berpotensi Rebound, Dupoin Futures Soroti Level 4.111
Previous Article Landed Cost Odoo: HPP Bahan Baku Impor Termasuk Bea Masuk dan Freight Landed Cost Odoo: HPP Bahan Baku Impor Termasuk Bea Masuk dan Freight
Next Article Rangka Baja Dirakit di Bengkel, Proyek Bisa Selesai Lebih Cepat Rangka Baja Dirakit di Bengkel, Proyek Bisa Selesai Lebih Cepat
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?