By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: Mengintip Dapur Teknologi Rupiah Digital: Hyperledger Besu dan Masa Depan Settlement Perbankan Indonesia
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Keuangan & Perbankan

Mengintip Dapur Teknologi Rupiah Digital: Hyperledger Besu dan Masa Depan Settlement Perbankan Indonesia

Bima
Last updated: October 20, 2026 8:05 am
Bima
5 hours ago
Share
Mengintip Dapur Teknologi Rupiah Digital: Hyperledger Besu dan Masa Depan Settlement Perbankan Indonesia
SHARE

Arsitektur Wholesale CBDC yang Jarang Terungkap

Publik mungkin lebih akrab dengan narasi Rupiah Digital sebagai alat bayar ritel. Namun, di balik itu, Bank Indonesia melalui Proyek Garuda telah membangun fondasi yang jauh lebih teknis: wholesale CBDC untuk settlement antarbank. Kaleido, sebagai mitra infrastruktur teknis, mengungkap bahwa jaringan Hyperledger Besu yang permissioned telah diuji dengan melibatkan lebih dari sepuluh bank komersial.

Contents
Arsitektur Wholesale CBDC yang Jarang TerungkapPrivasi sebagai Prinsip Desain UtamaTokenisasi Sekuritas dan Masa Depan Pasar Keuangan

Pendekatan ini bukan tanpa alasan. Wholesale CBDC memungkinkan penyelesaian transaksi antarbank secara real-time dengan tingkat privasi dan kontrol akses yang ketat—sesuatu yang sulit dicapai oleh sistem warisan (legacy systems). Hyperledger Besu, yang berbasis Ethereum Virtual Machine (EVM), menawarkan fleksibilitas bagi bank sentral untuk mengembangkan use case lanjutan tanpa mengorbankan stabilitas.

Privasi sebagai Prinsip Desain Utama

Salah satu aspek yang paling krusial dalam infrastruktur Rupiah Digital adalah privasi. Kaleido mengintegrasikan Paladin untuk memungkinkan model transaksi konfidensial dan transparansi selektif di atas ledger berbasis EVM. Artinya, bank sentral dapat memverifikasi kepatuhan tanpa harus membuka seluruh detail transaksi komersial—keseimbangan yang sangat dibutuhkan dalam sistem keuangan modern.

Bagi industri perbankan, ini berarti Rupiah Digital tidak serta-merta menghapus peran bank komersial. Sebaliknya, infrastruktur ini dirancang untuk terintegrasi dengan sistem RTGS yang ada, sehingga transisi berjalan evolusioner, bukan revolusioner. Pendekatan “industry-friendly” ini sejalan dengan prinsip Bank Indonesia yang selalu melibatkan industri dalam setiap tahap pengembangan.

Tokenisasi Sekuritas dan Masa Depan Pasar Keuangan

Pada 2026, eksperimentasi Rupiah Digital difokuskan pada uji coba pemanfaatan sekuritas digital melalui proses tokenisasi dalam use case operasi moneter dan transaksi keuangan lainnya. Ini adalah lompatan besar: bukan hanya uang yang didigitalkan, tetapi juga instrumen keuangan yang diperdagangkan di atas ledger yang sama.

Bayangkan sebuah masa di mana obligasi negara, sukuk, dan instrumen pasar uang dapat diselesaikan secara instan menggunakan Rupiah Digital, tanpa perlu melalui rantai perantara yang panjang. Efisiensi biaya dan kecepatan penyelesaian akan meningkat drastis. Namun, kompleksitas teknis dan regulasi tentu jauh lebih tinggi. Keberhasilan uji coba tokenisasi sekuritas pada 2026 akan menjadi penentu apakah visi ini dapat diwujudkan dalam waktu dekat.

You Might Also Like

Memperluas Inklusi Keuangan UMKM Indonesia: Tantangan Pembiayaan di Daerah dan Strategi Mendorong Usaha Kecil Naik Kelas
Inflasi, BI-Rate, dan Likuiditas: Rantai Kebijakan yang Menentukan Arah Industri Perbankan Indonesia
Peran Perbankan Syariah dalam Mendukung Ekonomi Halal Indonesia
Peran OJK dalam Menciptakan Sistem Keuangan yang Stabil dan Terpercaya
Menganalisis Perkembangan Bisnis Start-up di Indonesia
Previous Article Dari Percikan Kreatif hingga Dampak Bermakna: Christin Castillo tentang Kekuatan Dialog di IFFINA+ 2026 Dari Percikan Kreatif hingga Dampak Bermakna: Christin Castillo tentang Kekuatan Dialog di IFFINA+ 2026
Next Article InPower ECO Action: Kolaborasi PLN Indonesia Power UBP Jatigede dan Universitas Winaya Mukti Dalam Menjaga Kelestarian Alam InPower ECO Action: Kolaborasi PLN Indonesia Power UBP Jatigede dan Universitas Winaya Mukti Dalam Menjaga Kelestarian Alam
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?