By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: Menaker Imbau WFH, Bagaimana Cara Jaga Produktivitas dan Kualitas Layanan Perusahaan?
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Press Release

Menaker Imbau WFH, Bagaimana Cara Jaga Produktivitas dan Kualitas Layanan Perusahaan?

Bima
Last updated: April 2, 2026 10:08 am
Bima
3 months ago
Share
SHARE

Jakarta, 2 April 2026 – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk melaksanakan kerja dari rumah (work from home/WFH) selama satu hari dalam satu minggu. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pola kerja yang produktif, adaptif, dan berkelanjutan.

Contents
Menjaga Produktivitas dan Kualitas Layanan Menjadi TantanganMiiTel: AI untuk Visualisasikan dan Monitoring Komunikasi Bisnis

“Para pimpinan perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD diimbau untuk menerapkan Work From Home (WFH) bagi pekerja/buruh selama satu hari kerja dalam satu minggu sesuai kondisi perusahaan, dengan pengaturan jam kerja yang ditetapkan oleh masing-masing perusahaan,” ujar Menaker pada konferensi pers di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (1/4/2026). 

Menaker juga menegaskan bahwa pelaksanaan WFH tetap harus menjamin hak pekerja.  Upah/gaji dan hak lainnya dibayarkan sesuai ketentuan serta tidak mengurangi cuti tahunan. Di sisi lain, pekerja tetap berkewajiban menjalankan tugasnya, sementara perusahaan perlu memastikan produktivitas dan kualitas layanan tetap terjaga.

Menjaga Produktivitas dan Kualitas Layanan Menjadi Tantangan

Dalam skema kerja WFH, produktivitas menjadi lebih sulit diukur. Ketika karyawan bekerja dari rumah, perusahaan tidak memiliki visibilitas langsung terhadap aktivitas kerja sehari-hari. 

Meeting tetap berlangsung dan laporan tetap dibuat, namun hal tersebut belum tentu mencerminkan hasil kerja yang sebenarnya. Dalam beberapa kasus, aktivitas terlihat tinggi, tetapi progres pekerjaan tidak selalu sebanding.

Tantangan serupa juga terjadi pada kualitas layanan. Tim yang berinteraksi dengan pelanggan, seperti sales dan customer service, tetap menjalankan tugasnya melalui panggilan telepon maupun meeting online. 

Namun, tanpa sistem yang memadai, perusahaan tidak memiliki gambaran yang utuh mengenai isi dan kualitas percakapan tersebut. Hal ini menyulitkan perusahaan untuk memastikan apakah komunikasi berjalan efektif atau terdapat peluang yang terlewat.

Dalam praktiknya, komunikasi menjadi faktor kunci yang memengaruhi produktivitas dan kualitas layanan. Meskipun sebagian besar koordinasi internal dan interaksi dengan pelanggan kini dilakukan melalui platform digital, tidak semua percakapan terdokumentasi dengan baik atau dapat dianalisis lebih lanjut.

Akibatnya, perusahaan berpotensi kehilangan informasi penting yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja tim.

MiiTel: AI untuk Visualisasikan dan Monitoring Komunikasi Bisnis

Untuk menjawab tantangan ini, perusahaan dapat mengadopsi solusi berbasis AI seperti MiiTel yang memungkinkan perusahaan memahami apa dan bagaimana komunikasi dilakukan, baik melalui telepon maupun meeting.

Melalui fitur seperti auto recording, transkripsi voice-to-text, AI summary, hingga analisis percakapan, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas terhadap aktivitas komunikasi yang terjadi.

Hal ini membantu menjaga produktivitas tetap stabil sekaligus memastikan kualitas layanan tetap konsisten, meskipun karyawan bekerja dari rumah.

Selain itu, melalui solusi MiiTel Call Center, perusahaan juga dapat melakukan monitoring aktivitas dan performa agen secara real-time.

Aktivitas panggilan dapat dipantau, dianalisis, dan dievaluasi tanpa harus menunggu laporan manual. Dengan visibilitas ini, perusahaan dapat lebih cepat mengidentifikasi kendala di lapangan, menjaga standar layanan, serta melakukan pelatihan secara lebih tepat sasaran.

Pada akhirnya, kebijakan WFH satu hari dalam seminggu bukan hanya soal perubahan lokasi kerja, tetapi juga tentang bagaimana perusahaan beradaptasi dalam mengelola kinerja dan layanan.

Tanpa sistem yang tepat, WFH berisiko menurunkan efektivitas kerja. Namun, dengan pendekatan berbasis data, WFH justru dapat menjadi momentum untuk meningkatkan cara kerja menjadi lebih terukur dan efisien.

Ingin berkonsultasi tentang kebutuhan bisnis Anda dengan MiiTel? Klik di sini untuk demo gratis!

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

You Might Also Like

Potongan Tarif Tol Berlaku Hari ini di Tol Trans Jawa, JTT Terus Pantau Lalu Lintas Melewati GT Cikampek Utama
Emas Bergerak Melemah, Level 4.483 Jadi Area Penting
Mengapa Tanggal Jatuh Tempo Pinjaman Perlu Menjadi Perhatian?
Lintasarta Salurkan Program Sosial Ramadan bagi Lebih dari 1.500 Penerima Manfaat di Berbagai Kota
Meluncur di IIMS 2026, AEROX ALPHA Pamerkan Warna & Grafis Anyar yang Anti-Mainstream
Previous Article KAI Daop 2 Bandung bersama KAI Commuter dan KAI Services Gelar Senam Sehat Gratis dan Layanan Kesehatan Untuk Masyarakat di Stasiun Cimahi Selatan
Next Article KAI Bandara Catat Peningkatan Penumpang pada Angkutan Lebaran 2026
about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?