By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: Krakatau Steel Goes to Campus Dorong Pemahaman Strategis Integrasi Kawasan Industri dan Konektivitas Distribusi Nasional
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Press Release

Krakatau Steel Goes to Campus Dorong Pemahaman Strategis Integrasi Kawasan Industri dan Konektivitas Distribusi Nasional

Bima
Last updated: May 22, 2026 10:13 am
Bima
2 months ago
Share
SHARE

Makassar, 22 Mei 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) terus memperkuat sinergi antara dunia industri dan akademisi melalui agenda “Krakatau Steel Goes to Campus” yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar, pada Kamis (21/5).

Mengusung tema “Logistic Unlocked:
Seni Menggerakkan Bangsa”, kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membangun
pemahaman generasi muda terhadap tantangan logistik nasional, integrasi kawasan
industri, serta pentingnya konektivitas distribusi nasional.

Kolaborasi Industri dan Akademisi
Perkuat Daya Saing Nasional

Dekan Fakultas Hukum Universitas
Hasanuddin, Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H., M.A.P., menyampaikan bahwa
kehadiran Direktur Utama Krakatau Steel Group di lingkungan kampus menjadi
kesempatan penting bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan praktis dari dunia
industri nasional.

 

“Kehadiran Direktur Utama PT Krakatau
Steel (Persero) Tbk di tengah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
merupakan kesempatan langka yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk
menggali wawasan praktis, pengalaman industri, serta inspirasi dalam
pengembangan penelitian dan pengabdian ke depan,” ujar Prof. Dr. Hamzah Halim.

Logistik Jadi Strategi Besar
Menggerakkan Bangsa

Dalam kuliah umumnya, Direktur Utama
Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa logistik bukan sekadar
persoalan distribusi barang, tetapi menjadi strategi besar dalam menggerakkan
pertumbuhan ekonomi nasional.

“Logistik tidak sekadar urusan
memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain. Logistik adalah seni
menghubungkan produksi, industri, perdagangan, hingga kebutuhan masyarakat
dalam satu rantai yang saling terintegrasi,” ujar Dr. Akbar Djohan yang juga
menjabat sebagai Chairman Asosisasi Logistik & Forwarder Indonesia
(ALFI/ALFI) dan Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association
(IISIA).

Dr. Akbar Djohan juga menekankan bahwa
efisiensi logistik bukan hanya soal kecepatan distribusi, tetapi memastikan
sistem distribusi berjalan melalui strategi dan konektivitas yang tepat agar
mampu mendukung kebutuhan industri dan masyarakat secara berkelanjutan.

Kawasan Industri Krakatau Perkuat
Integrasi Logistik Nasional

Dr. Akbar Djohan menjelaskan bahwa
Krakatau Steel Group melalui Kawasan Industri Krakatau di Cilegon menjadi salah
satu kawasan industri paling lengkap di Indonesia dengan dukungan konektivitas
logistik terintegrasi mulai dari jalan tol, jalur kereta api, hingga pelabuhan.

Menurutnya, integrasi kawasan industri
tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan efisiensi distribusi nasional
sekaligus memperkuat rantai pasok industri nasional.

Selain itu, Krakatau Steel Group juga
terus mendukung kebijakan pemerintah terkait Zero ODOL (Over Dimension Over
Loading) guna menciptakan sistem logistik nasional yang lebih aman dan
berkelanjutan.

Digitalisasi dan Kolaborasi Jadi Kunci
Efisiensi Logistik

Dalam paparannya, Dr. Akbar Djohan juga
menyoroti pentingnya kolaborasi lintas rantai pasok antara pelabuhan, industri,
transporter, forwarder, hingga pemerintah dalam menciptakan sistem logistik
nasional yang lebih kompetitif dan terintegrasi.

“Kolaborasi lintas rantai pasok antara
pelabuhan, forwarder, industri, transporter, dan pemerintah menjadi kunci untuk
mewujudkan konektivitas logistik yang terintegrasi, menekan biaya logistik,
serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional sesuai dengan visi Asta Cita
Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” tutup Dr. Akbar Djohan.

Menurutnya, integrasi digital melalui
National Logistics Ecosystem (NLE) juga menjadi langkah penting dalam
menciptakan arus logistik yang lebih cepat, transparan, efisien, dan kompetitif
guna mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada kesempatan tersebut, Dr Akbar
Djohan juga melansir buku yang ditulisnya seputar logistic yang berjudul “Hukum
Logistik” yang berisi integrasi hukum rantai pasok system logistic nasional.
Dan buku tersebut  disambut dengan
antusias karena menjadi acuan mahasiswa dan professional dalam bidang logistik.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

You Might Also Like

Hasil Kuartal I-2026, Krakatau Steel (KRAS) Fokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan
Meriahkan BRI Consumer Expo 2026 Jakarta, BRI Finance Hadirkan Promo KKB Kompetitif Mulai 1,59%
SUCOFINDO Perkuat Edukasi Draught Survey untuk Dukung Kepatuhan Maritim
Holding Perkebunan Nusantara Tebar Manfaat Idul Adha, 1.713 Hewan Kurban PalmCo Disalurkan ke Berbagai Daerah
Hadir untuk Melayani, PAM JAYA Sediakan 15 Unit Bus untuk Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026
Previous Article Indonesia Mulai Dipandang sebagai Pusat Pertumbuhan Web3 di Asia Tenggara
Next Article Bersiap! BRI Finance Hadir di BRI Consumer Expo 2026 Jakarta, Hadirkan Promo KKB Mulai 1,59%
about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?