By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: Kartini 2026: Perempuan Bekerja Makin Stres, Tren ‘Self-Care’ Jadi Bentuk Emansipasi Baru
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Press Release

Kartini 2026: Perempuan Bekerja Makin Stres, Tren ‘Self-Care’ Jadi Bentuk Emansipasi Baru

Bima
Last updated: April 21, 2026 1:08 am
Bima
4 months ago
Share
Kartini 2026: Perempuan Bekerja Makin Stres, Tren ‘Self-Care’ Jadi Bentuk Emansipasi Baru
SHARE

Pada Hari Kartini 2026 di Jakarta, Bali Wangi Spa menyoroti meningkatnya tingkat stres pada perempuan urban, khususnya usia 25–40 tahun, yang menjalankan berbagai peran sebagai profesional, ibu, dan pengelola rumah tangga. Berdasarkan data Deloitte Women @ Work Report 2025, sekitar 36% perempuan mengalami peningkatan stres dan 29% kesulitan beristirahat setelah jam kerja, yang mendorong munculnya tren self-care sebagai kebutuhan penting untuk menjaga kesehatan mental dan keseimbangan hidup. Dalam enam bulan terakhir, Bali Wangi Spa mencatat lebih dari 72% pelanggannya berasal dari segmen ini dengan peningkatan permintaan layanan hingga 35% pada hari kerja, terutama malam hari, menunjukkan bahwa relaksasi kini menjadi bagian dari rutinitas. Melalui layanan home spa dengan konsep “Luxury Balinese Home Spa Experience”, Bali Wangi Spa menawarkan solusi praktis dan efisien bagi perempuan untuk mengelola stres tanpa harus keluar rumah, sekaligus mencerminkan perubahan makna emansipasi modern yang tidak hanya berfokus pada produktivitas, tetapi juga pada kemampuan merawat diri demi keberlanjutan kesehatan fisik dan mental.

Jakarta, 21 April 2026 — Peringatan Hari Kartini tahun ini menyoroti perubahan makna emansipasi perempuan di era modern. Jika dahulu perjuangan perempuan berfokus pada akses pendidikan dan kesetaraan hak, kini tantangan baru muncul dalam bentuk menjaga kesehatan mental saat menghadapi tekanan hidup yang semakin kompleks—terutama bagi perempuan urban yang menjalankan berbagai peran sekaligus.

Data global dari Deloitte Women @ Work Report 2025 menunjukkan bahwa sekitar 36% perempuan pekerja mengalami level stress lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, sementara 29% merasa tidak bisa istirahat total selepas dari jam kerja. Tren serupa juga mulai terlihat di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, di mana perempuan kerap menjalankan multi-peran sebagai profesional, ibu, sekaligus pengelola rumah tangga.

Perempuan tidak hanya dituntut berkarier, tetapi juga tetap memegang tanggung jawab domestik dan sosial. Kombinasi ini menciptakan tekanan berlapis yang berdampak langsung pada kesehatan mental dan fisik.

Fenomena ini mendorong munculnya pola perilaku baru: meningkatnya kebutuhan terhadap self-care sebagai bagian dari strategi menjaga keseimbangan hidup. Aktivitas seperti spa dan relaksasi kini tidak lagi dipandang sebagai kemewahan, melainkan sebagai kebutuhan.

Bali Wangi Spa, penyedia layanan home spa di Jakarta, mencatat bahwa lebih dari 72% pelanggannya merupakan perempuan usia 25–40 tahun, dengan peningkatan permintaan layanan hingga 35% pada weekday (Senin–Kamis) dalam enam bulan terakhir.

“Perempuan sekarang ngga cuma pengen sukses, tapi juga mau tetap waras dan sehat. Kami melihat peningkatan permintaan layanan spa bukan karena tren semata, tapi karena kebutuhan nyata untuk mengelola stres,” ujar Fita, founder Bali Wangi Spa.

Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya diskursus publik mengenai kesehatan mental. Dalam berbagai platform digital, topik seperti burnout, anxiety, dan emotional exhaustion semakin sering dibicarakan, terutama di kalangan perempuan Milenial dan Gen Z.

Dalam praktiknya, aktivitas relaksasi seperti pijat dan spa menjadi salah satu metode yang dipilih untuk meredakan tekanan tersebut. Berbeda dengan pendekatan medis, spa menawarkan solusi yang lebih holistik—menggabungkan sentuhan fisik, aroma terapi, dan suasana yang menenangkan.

Bali Wangi Spa mengusung konsep “Luxury Balinese Home Spa Experience”, menghadirkan pengalaman spa khas Bali langsung ke rumah pelanggan. Model ini dinilai relevan dengan kebutuhan perempuan urban yang memiliki keterbatasan waktu dan menginginkan kenyamanan tanpa harus keluar rumah.

“Waktu adalah aset paling mahal bagi perempuan perkotaan. Dengan konsep home spa, mereka tidak perlu buang waktu macet-macetan di jalan,” tambahnya.

Menariknya, peningkatan permintaan tidak hanya terjadi pada akhir pekan, tetapi juga pada hari kerja, khususnya malam hari. Hal ini menunjukkan bahwa relaksasi kini menjadi bagian dari rutinitas, bukan aktivitas sesekali.

Momentum Hari Kartini 2026 menjadi refleksi bahwa bentuk emansipasi perempuan terus berkembang. Jika dahulu perempuan berjuang untuk mendapatkan ruang, kini mereka juga berjuang untuk menjaga keseimbangan dalam ruang tersebut.

Bali Wangi Spa menilai bahwa kemampuan perempuan untuk merawat diri sendiri adalah bagian dari kekuatan, bukan kelemahan. Dalam konteks modern, emansipasi tidak hanya tentang produktivitas, tetapi juga tentang keberlanjutan—bagaimana perempuan bisa terus berfungsi secara optimal tanpa mengorbankan kesehatan.

“Perempuan hebat hari ini bukan hanya yang mampu bekerja keras, tapi juga yang sadar kapan harus berhenti sejenak untuk memulihkan diri. Kalau dulu self-care dianggap egois, sekarang justru menjadi bagian dari tanggung jawab terhadap diri sendiri. Itu adalah bentuk emansipasi modern,” tutup pernyataan tersebut.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

You Might Also Like

MMA Creative Summit Indonesia 2026 Perkuat Kolaborasi Pemimpin Kreatif dan Bisnis Tanah Air
Masih Ada Waktu! Dupoin Blog Competition Resmi Diperpanjang
Harga Emas Masih Rentan Turun, XAU/USD Diprediksi Menguji Area Support 4.247
Harga Emas Tunjukkan Kinerja Positif, Tren Bullish Masih Terjaga Sepanjang Pekan
Ketika Pasar Bergejolak: Membaca Pola Emas dan IHSG dari Tiga Krisis Besar
Previous Article 5 Kelebihan Adopsi Kucing Dari Shelter 5 Kelebihan Adopsi Kucing Dari Shelter
Next Article Dampak Langsung Kenaikan Biaya Kepemilikan Mobil Listrik, Industri Gadai Ikut Terdorong Dampak Langsung Kenaikan Biaya Kepemilikan Mobil Listrik, Industri Gadai Ikut Terdorong
about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?