By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: Jenderal Lucky Avianto Turun Gunung Hancurkan Ladang Ganja Di Pedalaman Rimba, Paska ‘Dilegalkan’ OPM Papua
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Press Release

Jenderal Lucky Avianto Turun Gunung Hancurkan Ladang Ganja Di Pedalaman Rimba, Paska ‘Dilegalkan’ OPM Papua

Bima
Last updated: April 17, 2026 2:00 am
Bima
4 months ago
Share
Jenderal Lucky Avianto Turun Gunung Hancurkan Ladang Ganja Di Pedalaman Rimba, Paska ‘Dilegalkan’ OPM Papua
SHARE

Jenderal TNI Lucky Avianto memimpin operasi ke pedalaman Papua untuk menghancurkan ladang ganja yang diduga terkait aktivitas kelompok separatis, dengan temuan puluhan tanaman siap panen dan satu terduga pelaku diamankan.

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman nyata dan serius bagi masa depan bangsa Indonesia serta kedaulatan negara. Dalam pernyataannya, Presiden menyerukan perang total terhadap peredaran narkotika yang dinilai dapat merusak generasi penerus bangsa.

“Tidak boleh kita izinkan narkoba ini didistribusikan. Begitu ada indikasi, ada yang mau jual, ada yang tahu, lapor segera. Jangan biarkan anak-anak kita rusak, hancur, dan kehilangan masa depan,” tegas Presiden dilansir dari kanal resmi setkab.go.id pada Selasa (14/4/2026).

Merespons arahan Presiden, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, langsung mengambil langkah cepat dan tegas.  

Dalam operasi yang penuh tantangan di medan berat, prajurit TNI berhasil menembus belantara hutan Papua dan mengungkap dua ladang ganja siap panen di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.

Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat Desa Ngutok, Distrik Oksibil, yang mencurigai adanya aktivitas ilegal di kawasan hutan sekitar pemukiman mereka. Laporan tersebut menjadi bukti bahwa kesadaran rakyat adalah benteng pertama dalam menjaga bangsa.

“Di lokasi pertama, ditemukan 55 batang ganja setinggi 1,5 meter siap panen dan siap merusak masa depan anak Papua. Namun, pasukan tidak berhenti. Mereka terus bergerak lebih dalam, menembus sunyi rimba Papua,” kata Lucky saat dihubungi wartawan, Selasa (14/1/2026).

Hasilnya, lanjut Lucky, ladang ganja kedua di wilayah Desa Esipding, Distrik Serambakom, berhasil diungkap. Sebanyak 80 batang ganja setinggi 2 meter ditemukan personel TNI, sebagai bukti nyata bahwa ancaman ini terorganisir dan tidak bisa dianggap remeh.

Dalam operasi tersebut, Kogabwilhan III juga mengamankan seorang terduga pelaku berinisial L-U, yang kemudian dibawa personel TNI bersama seluruh barang bukti ke Polsek terdekat, agar proses hukum segera berjalan.

Temuan ini diyakini hanya sebagian kecil dari persoalan yang lebih besar. Lucky mengungkapkan adanya indikasi kuat bahwa ladang-ladang ganja lain masih tersebar di pedalaman Papua.

Apalagi, Anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dapat ‘lampu hijau’ membudidayakan tanaman haram tersebut, setelah pimpinan mereka, salah satunya Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom, secara terang-terangan memperbolehkan anggotanya menanam ganja. 

Kondisi ini menjadi ironi yang menyakitkan. Di saat masyarakat khususnya para orang tua di Papua berjuang melindungi anak-anak mereka dari bahaya narkoba, TPNPB-OPM justru memperluas ancaman tersebut.

“Narkoba adalah paradoks dari pembangunan masyarakat Papua. Ini bukan lagi sekadar permasalahan hukum tetapi menjadi persoalan masa depan bangsa dan ketahanan nasional yang harus diperangi sampai tuntas,” tegas Lucky.

Di tengah sunyi hutan dan beratnya medan, prajurit TNI berdiri sebagai garda terdepan, bukan hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga menjaga masa depan anak-anak Indonesia.

“Dari Papua, pesan perang badar melawan narkoba bergema ke seluruh penjuru negeri, bahwa Indonesia tidak akan tunduk pada narkoba. Bahwa TNI, bersama rakyat, akan terus berjuang demi Indonesia yang bersih dari narkoba, kuat, dan berdaulat,” pungkas Lucky.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

You Might Also Like

Akreditasi Internasional AACSB & LAMEMBA: Ini Alasan BINUS University Jadi Pilihan Universitas Top di Indonesia
KAI Bandara Layani 2,9 Juta Penumpang hingga Mei 2026, Tumbuh 1,78 Persen Dibanding Tahun Sebelumnya
BINUS ONLINE Hadir di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Hadirkan Program Studi Fleksibel yang Relevan dengan Kebutuhan Industri
ESG Award 2026 by KEHATI Kembali Digelar, Dorong ESG Menjadi Standar Baru Daya Saing Bisnis Indonesia
PetroSync Encourages Competency Development through Specialized Industrial Training Programs
Previous Article BINUS @Malang Hadirkan REACH Out: Perkuat Kepedulian Kesehatan Mental di Lingkungan Kampus BINUS @Malang Hadirkan REACH Out: Perkuat Kepedulian Kesehatan Mental di Lingkungan Kampus
Next Article Pengajian Rutin Jumat di BRI Region 6 Berlangsung Khidmat dan Penuh Kehangatan Pengajian Rutin Jumat di BRI Region 6 Berlangsung Khidmat dan Penuh Kehangatan
about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?