By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: Indonesia Berpeluang Perkuat Posisi di Industri Kripto Asia Tenggara
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Press Release

Indonesia Berpeluang Perkuat Posisi di Industri Kripto Asia Tenggara

Bima
Last updated: May 29, 2026 5:05 am
Bima
5 months ago
Share
Indonesia Berpeluang Perkuat Posisi di Industri Kripto Asia Tenggara
SHARE

Jakarta, 29 Mei 2026 — Industri aset kripto terus menunjukkan perkembangan signifikan di tingkat global maupun regional. Di tengah meningkatnya adopsi aset digital di berbagai negara, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pasar kripto utama di Asia Tenggara.

Contents
Pertumbuhan yang BerimbangTata Kelola yang Kuat

Berdasarkan laporan CoinGecko, kripto saat ini telah memiliki status legal di 119 negara dan empat British Overseas Territories. Dari jumlah tersebut, 62 negara telah memiliki kerangka regulasi yang lebih komprehensif. Kondisi ini menunjukkan bahwa aset kripto semakin mendapatkan pengakuan sebagai bagian dari ekosistem keuangan digital global.

Di kawasan Asia Tenggara, minat terhadap kripto masih didominasi oleh Singapura dan Filipina. Namun, Indonesia tetap menjadi salah satu pasar penting di kawasan, seiring besarnya populasi, peningkatan literasi digital, serta bertumbuhnya minat masyarakat terhadap aset digital.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai perkembangan industri kripto Indonesia berada pada fase yang semakin matang. Menurutnya, pertumbuhan jumlah pengguna, peningkatan pengawasan, serta hadirnya ekosistem yang lebih tertata menjadi fondasi penting bagi masa depan industri aset kripto nasional.

“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam industri kripto. Kita tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan jumlah investor, tetapi juga tentang bagaimana ekosistem ini berkembang menjadi lebih sehat, transparan, dan berkelanjutan. Dengan populasi digital yang besar dan dukungan regulasi yang semakin jelas, Indonesia punya peluang untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan aset digital di Asia Tenggara,” ujar Calvin.

Pertumbuhan yang Berimbang

Perkembangan tersebut juga tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mencatat jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia mencapai 21,37 juta akun per Maret 2026. Jumlah ini meningkat 1,43% dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 21,07 juta akun. Sementara itu, nilai transaksi aset kripto pada Maret 2026 mencapai Rp22,24 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap aset digital tetap kuat meskipun pasar kripto global masih bergerak dinamis.

Calvin menambahkan, pertumbuhan industri kripto perlu diimbangi dengan peningkatan literasi dan perlindungan konsumen. Menurutnya, edukasi menjadi aspek penting agar masyarakat dapat memahami aset kripto secara lebih bijak, termasuk risiko, teknologi, serta manfaatnya dalam ekosistem keuangan digital.

“Ke depan, tantangan utama industri bukan hanya mendorong adopsi, tetapi memastikan adopsi tersebut berjalan secara bertanggung jawab. Literasi, keamanan, dan kepatuhan regulasi harus menjadi prioritas bersama. Tokocrypto berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan industri kripto Indonesia melalui edukasi, inovasi produk, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” kata Calvin.

Secara global, CoinGecko mencatat bahwa sebagian besar negara yang telah melegalkan kripto berasal dari kelompok negara berkembang di Asia dan Afrika. Hal ini menunjukkan bahwa aset kripto semakin relevan di pasar negara berkembang, terutama sebagai bagian dari transformasi digital dan perluasan akses terhadap produk keuangan berbasis teknologi.

Tata Kelola yang Kuat

Meski demikian, perkembangan industri kripto tetap membutuhkan tata kelola yang kuat. Dengan regulasi yang semakin berkembang, pelaku industri diharapkan dapat membangun ekosistem yang lebih aman, transparan, dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Calvin menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk terus meningkatkan daya saing di industri aset digital. Kombinasi antara jumlah pengguna yang besar, regulasi yang terus diperkuat, inovasi teknologi, serta kolaborasi antara regulator dan pelaku industri menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan kripto nasional secara berkelanjutan.

“Jika ekosistem ini dibangun dengan pendekatan yang tepat, kripto dapat menjadi bagian penting dari ekonomi digital Indonesia. Fokusnya bukan hanya pada transaksi, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi blockchain untuk menciptakan efisiensi, transparansi, dan peluang baru bagi masyarakat,” tutup Calvin.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

You Might Also Like

Asia Retail Innovations Summit Indonesia 2026
Dubes India Kunjungi Ketua MPR RI, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-India
Lupromax Mechanic Connect 2026 – Jabodetabek : Bangun Relasi dan Apresiasi Mitra Bengkel
BRI Finance Tawarkan Bunga Pembiayaan Mobil Baru Mulai 3,33% Flat per Tahun
Sosial Media Baru untuk Sahabat Terdekat: Sanct Resmi Buka Closed Beta di Car Free Day Senayan
Previous Article Terapkan Standar Pelayanan Unggul, SUCOFINDO Raih Predikat Emas Kategori Surveyor di Indonesia Mining Services Awards 2026 Terapkan Standar Pelayanan Unggul, SUCOFINDO Raih Predikat Emas Kategori Surveyor di Indonesia Mining Services Awards 2026
Next Article Harga Emas Pekan Ini Diprediksi Rebound, Namun Tekanan Dolar AS Masih Jadi Tantangan Harga Emas Pekan Ini Diprediksi Rebound, Namun Tekanan Dolar AS Masih Jadi Tantangan
about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?