By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: Bukan Sekadar Pakai AI, Telkom AI Center Bali Ajarkan Cara ‘Menyetir’ AI untuk Konten Kreatif
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Press Release

Bukan Sekadar Pakai AI, Telkom AI Center Bali Ajarkan Cara ‘Menyetir’ AI untuk Konten Kreatif

Bima
Last updated: May 29, 2026 1:04 pm
Bima
2 months ago
Share
SHARE

Telkom Indonesia melalui Telkom AI Center of Excellence Bali bersama CABE Academy menggelar AI Introductory bertema “Practical AI for Your Creativity” untuk meningkatkan literasi AI kreatif, prompting, dan pembuatan konten digital berbasis AI secara praktis dan etis.

Ruang Telkom AI Center Bali dipenuhi antusiasme saat “AI Introductory: Practical AI for Your Creativity” digelar secara luring, menghadirkan pengalaman belajar interaktif bagi para kreator dan pelaku konten digital. Acara yang berlangsung pada 8 Mei lalu ini merupakan kolaborasi Telkom AI Center Bali dengan CABE Academy dan dipandu oleh I Gede Suartha Eriyasa, Direktur PT Cabe Melek Literasi sekaligus pemegang sertifikasi Google Prompting Essentials Specialization, yang membawa pendekatan praktis untuk mengintegrasikan AI ke dalam proses kreatif.

Kegiatan ini dirancang untuk menjembatani pemahaman teknis dan aplikatif, dari konsep dasar prompting hingga alur kerja end-to-end pembuatan konten video. Sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran, Suartha menekankan hal yang harus dipahami kreator, dalam hal ini konteks dalam merumuskan perintah dan kerangka kerja prompting yang terstruktur, agar AI dapat berfungsi sebagai mitra kreatif yang andal.

Suartha membuka sesi dengan penegasan yang lugas, “AI bukanlah cenayang, melainkan mesin probabilitas kata yang kualitas output-nya sangat bergantung pada instruksi yang diberikan.” Ia memperkenalkan konsep Garbage In, Garbage Out dan prinsip Konteks = Kualitas. Tidak hanya itu, ia juga memaparkan dua framework prompting yang menjadi inti praktik yaitu, CTF (Context, Task, Format) untuk tugas harian dan PARTS (Persona, Aim, Recipient, Theme, Structure) untuk produksi konten kompleks.

Lebih jauh, Suartha memperkenalkan workflow yang disebut “The Duo”: kombinasi Gemini Gems sebagai alat untuk memprogram AI agent dengan peran dan SOP permanen, serta Google Labs Flow sebagai studio kreatif yang mengeksekusi instruksi menjadi video menggunakan teknologi Veo 3.1 dan Imagen. Dengan pendekatan ini, peserta belajar bagaimana merancang Gems yang konsisten dan menerjemahkan prompt terstruktur menjadi output visual yang siap dipublikasikan.

Bagian praktik menjadi puncak acara. Peserta dipandu menyusun prompt menggunakan metode PARTS, membangun Gems, lalu mengeksekusi hasilnya ke Google Labs Flow untuk menghasilkan video dari teks atau gambar. Antusiasme terlihat jelas: dari peserta yang baru pertama kali mencoba hingga yang sudah familiar, semua aktif bereksperimen, bertanya, dan saling berbagi hasil karya, menegaskan bahwa pendekatan hands‑on mempercepat pemahaman dan kemampuan produksi.

Sesi ditutup dengan penekanan etika penggunaan AI melalui prinsip CABE: Cakap dalam mengoperasikan alat, Aman dari penyalahgunaan seperti deepfake, Berbudaya dengan mempertahankan orisinalitas karya, dan Etis dengan mengakui peran AI dalam proses kreatif. Pesan ini menegaskan bahwa kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab kreatif dan sosial.

Melalui kolaborasi dengan CABE Academy, Telkom AI Center Bali berharap inisiatif seperti ini terus hadir sebagai ruang belajar praktis bagi kreator digital. Dengan kerangka prompting yang tepat dan perhatian pada etika, AI dapat menjadi alat yang memperkaya kreativitas, bukan menggantikan, serta mendorong lahirnya konten berkualitas yang berdampak bagi ekosistem ekonomi digital lokal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

You Might Also Like

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank
BRI Finance Perkuat Portofolio dan Pertumbuhan Bisnis Di Tengah Perubahan Nilai Tukar Rupiah
Hollow Galvanis untuk Kanopi & Rangka Baja Ringan: Kuatkah untuk Jangka Panjang?
Kenaikan Harga BBM Tekan Biaya Operasional Mobil Mewah, Pemilik Mulai Cari Alternatif Likuiditas
KAI Divre III Palembang Imbau Masyarakat Manfaatkan Faskes Alternatif Selama Klinik Mediska Tutup Sementara
Previous Article Sinergi Lintas Sektor di Bali AI Pentahelix Gathering: Telkom Dorong Bisnis Melek AI
Next Article Kunjungan Industri SMKN 6 Malang di Telkom AI Center Mendorong Pemahaman Teknologi dan Inovasi di Era Digital
about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?