By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: AI Connect for Campus UNSOED x Telkom AI Center Dorong Startup Berbasis AI
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Press Release

AI Connect for Campus UNSOED x Telkom AI Center Dorong Startup Berbasis AI

Bima
Last updated: April 21, 2026 5:02 am
Bima
4 months ago
Share
AI Connect for Campus UNSOED x Telkom AI Center Dorong Startup Berbasis AI
SHARE

Kolaborasi Universitas Jenderal Soedirman dan Telkom AI Center menghadirkan AI Connect for Campus untuk membekali mahasiswa membangun startup berbasis AI yang berfokus pada kebutuhan pelanggan.

Bandung, 10 April 2026 — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak lagi sekadar wacana futuristik, melainkan telah menjadi realitas bisnis yang mendisrupsi berbagai sektor industri secara masif. Menyadari urgensi tersebut, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) melalui mata kuliah Entrepreneurship mengambil langkah progresif dengan menggandeng Telkom AI Center untuk menyelenggarakan kelas praktisi bertajuk “AI Connect for Campus: AI Tech-Driven Entrepreneurship Turning Ideas into Profitable Startups”. Kegiatan ini dibuka oleh dosen Entrepreneurship UNSOED yang menekankan pentingnya kehadiran praktisi industri di ruang kelas agar mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih luas, kontekstual, dan selaras dengan dinamika dunia industri.

Dalam kolaborasi ini, peran AI Connect ditonjolkan sebagai bagian dari pilar Telkom AI Center of Excellence yang berfungsi menjembatani ekosistem akademik dan praktik industri AI. AI Center Bandung hadir sebagai katalis pengetahuan terapan dengan membawa pengalaman implementasi AI di berbagai use case bisnis, sekaligus menunjukkan bagaimana AI diposisikan sebagai enabler solusi nyata. Pendekatan ini membantu mahasiswa memahami bahwa AI bukan hanya teknologi yang dipelajari, tetapi alat strategis untuk menyelesaikan persoalan riil di masyarakat dan pasar.

Sesi materi dibawakan oleh Lusia Elsa Dika Damayanty, Business and Community Lead Telkom AI Connect Bandung, yang menghadirkan perspektif technopreneurship berbasis AI. Dalam pemaparannya, Lusia mengangkat konsep startup yang merujuk pada pemikiran Steve Blank, bahwa inti dari sebuah startup bukan terletak pada produk, melainkan pada customer needs. Mahasiswa diajak memahami bahwa secanggih apapun teknologi yang digunakan, nilainya akan rendah apabila tidak berangkat dari kebutuhan nyata pengguna. Konsep ini menjadi landasan penting dalam memanfaatkan AI, di mana inovasi harus dimulai dari problem yang tervalidasi, bukan sekadar eksplorasi teknologi.

Lebih lanjut, Lusia menampilkan data yang memperlihatkan bagaimana kolaborasi manusia dan AI dalam konteks bisnis dan entrepreneurship menghasilkan performa yang lebih unggul dalam tugas-tugas kontekstual. Data tersebut menunjukkan bahwa pada pekerjaan kompleks yang membutuhkan pemahaman konteks, kombinasi manusia dan AI mampu mencapai tingkat akurasi hingga 90%, melampaui performa manusia secara mandiri di angka 81% maupun performa AI secara mandiri di angka 73%. Sementara itu, pada tugas yang berbasis pola spesifik seperti deteksi ulasan palsu, AI memang dirancang untuk dapat bekerja secara efisien tanpa intervensi manusia. Pemaparan ini memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa bahwa keunggulan kompetitif dalam membangun startup berbasis AI terletak pada kemampuan merancang kolaborasi antara kecerdasan manusia dan efisiensi mesin untuk menjawab kebutuhan pengguna secara presisi.

Pendekatan experiential learning menjadi kunci dalam kelas praktisi ini. Mahasiswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga diajak membedah studi kasus keberhasilan dan kegagalan produk AI di ekosistem startup. Mereka dibekali kerangka kerja praktis untuk memvalidasi ide, menyusunnya menjadi solusi terstruktur, serta mengujinya sebagai peluang startup yang komersial, berkelanjutan, dan memiliki potensi keuntungan finansial. Proses ini secara nyata menutup kesenjangan antara teori di ruang kelas dan realitas eksekusi di lapangan.

Kolaborasi antara Universitas Jenderal Soedirman dan Telkom AI Center ini diproyeksikan menjadi fondasi kuat dalam membangun ekosistem technopreneurship kampus yang mandiri dan berkelanjutan. Integrasi wawasan praktisi industri ke dalam lingkungan akademik diharapkan mampu melahirkan generasi wirausahawan teknologi yang inovatif, solutif, adaptif terhadap perkembangan AI, serta memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

You Might Also Like

Odoo ERP Membantu Manufaktur Mengontrol Produksi hingga Laporan Keuangan
FLOQ Luncurkan Limit Order dan Kampanye Trading Interaktif Bertema Pokémon, Dorong Pengguna Trading Lebih Strategis dengan Zero Fee
Avenew Hadirkan AveXchange 2026, PMO Exchange Pertama di Indonesia untuk Mengungkap “The X Factor of PMO”
Kinerja Tumbuh 27%, KAI Logistik Bidik Penambahan 70 Titik Layanan Ritel di 2026
BRI Finance Dorong Kemandirian Finansial Perempuan di Momentum Hari Kartini
Previous Article VRITIMES Bermitra dengan Paspas Guimaras untuk Memperluas Jangkauan Siaran Pers dan Menampilkan Pariwisata Guimaras VRITIMES Bermitra dengan Paspas Guimaras untuk Memperluas Jangkauan Siaran Pers dan Menampilkan Pariwisata Guimaras
Next Article Perkuat Strategi Peningkatan Produksi dan Pengamanan Aset, Operational Strategic Advisory PTPN III (Persero) Kunjungi PTPN IV Regional VII Perkuat Strategi Peningkatan Produksi dan Pengamanan Aset, Operational Strategic Advisory PTPN III (Persero) Kunjungi PTPN IV Regional VII
about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?