Bagi Indonesia, IHSG dan nilai tukar rupiah adalah dua wajah dari satu sentimen yang sama. Pergerakan keduanya sering searah karena dipengaruhi oleh aliran modal asing yang masuk dan keluar. Saat investor global melakukan risk-on terhadap aset berdenominasi rupiah, mereka membeli saham dan surat berharga negara sekaligus. Hal itu meningkatkan permintaan rupiah sehingga kurs menguat. Sebaliknya, aksi jual di IHSG biasanya diikuti konversi rupiah ke dolar AS, yang menekan nilai tukar.
Dinamika IHSG dan Pergerakan Rupiah
Korelasi antara IHSG dan rupiah menjadi perhatian utama bank sentral. Ketika IHSG naik karena pembelian asing, pasokan dolar meningkat di pasar valuta asing. Hal ini membantu Bank Indonesia menjaga stabilitas kurs. Namun, korelasi tidak selalu sempurna. Ada periode ketika IHSG menguat karena pembelian investor domestik, sementara rupiah tetap stabil atau justru melemah karena penguatan dolar AS global.
Peran Modal Asing di Pasar Saham
Bank Indonesia mencatat kepemilikan asing di saham sekitar 38% dari kapitalisasi pasar. Tahun 2026 hingga awal Agustus, investor asing mencatatkan beli bersih Rp29,4 triliun di pasar saham. Aliran ini membantu mendorong IHSG dan memperkuat cadangan devisa. Dana asing biasanya masuk ke saham berkapitalisasi besar seperti perbankan, telekomunikasi, dan energi, sehingga dampaknya terhadap indeks sangat signifikan.
Indikator Moneter Terkini 2026
Data Bank Indonesia pada Juli 2026 menunjukkan cadangan devisa USD152,3 miliar, cukup untuk 6,4 bulan impor. Inflasi inti 2,3% dan BI Rate 5,50% memberi kepastian imbal hasil riil. Data selengkapnya dapat diakses di laman indikator moneter BI. Stabilitas ini menjaga daya tarik IHSG bagi investor asing dan meredam gejolak nilai tukar.
Ketika IHSG Melemah, Rupiah Tertekan
Contoh nyata terjadi pada kuartal pertama 2026 saat ketidakpastian suku bunga global memicu arus keluar. IHSG terkoreksi 4,7% dan rupiah melemah ke level Rp16.100 per dolar AS. Koordinasi BI dan Kementerian Keuangan dengan intervensi ganda di pasar saham dan pasar valas berhasil meredam gejolak. Peristiwa ini menegaskan bahwa stabilitas IHSG tidak bisa dipisahkan dari ketahanan sektor eksternal Indonesia.
