By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: Ekonomi Baru Lingkungan: Bagaimana Sociopreneurship Mengubah Sampah Jadi Modal di Indonesia
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
UKM & Wirausahawan

Ekonomi Baru Lingkungan: Bagaimana Sociopreneurship Mengubah Sampah Jadi Modal di Indonesia

Bima
Last updated: July 30, 2026 10:51 am
Bima
3 weeks ago
Share
Ekonomi Baru Lingkungan: Bagaimana Sociopreneurship Mengubah Sampah Jadi Modal di Indonesia
SHARE

Sampah tidak lagi dipandang sebagai sisa tanpa guna. Di tangan para eco-sociopreneur, limbah rumah tangga dan industri bertransformasi menjadi sumber daya bernilai ekonomi sekaligus instrumen pelestarian lingkungan. Tren kewirausahaan sosial berbasis ekologi di Indonesia pada 2026 menunjukkan lonjakan signifikan, didorong oleh kesadaran konsumen yang semakin kritis dan regulasi yang mulai ketat.

Kebangkitan Model Bisnis Sirkular Berbasis Komunitas

Konsep ekonomi sirkular—di mana material digunakan kembali, didaur ulang, dan dimanfaatkan semaksimal mungkin—menjadi roh utama gerakan ini. Usaha sosial lokal kini hadir mengisi celah yang selama ini diabaikan pengelolaan sampah formal. Mereka membangun sistem pengumpulan, pemilahan, hingga produksi barang baru dari material daur ulang secara inklusif dengan melibatkan warga sekitar.

Salah satu pemain yang konsisten adalah Rebricks, perusahaan sosial yang mengolah plastik kemasan multilayer yang sulit didaur ulang menjadi bata bangunan berkualitas. Sejak berdiri, Rebricks telah mengalihkan lebih dari 2.000 ton sampah plastik dari TPA. Sementara itu, industri fesyen berkelanjutan juga tumbuh: label seperti SukkhaCitta mengedukasi petani dan penenun agar menerapkan teknik nir-limbah. Menurut data Kementerian Perindustrian, kontribusi circular economy social enterprises terhadap PDB sektor daur ulang mencapai Rp 9,1 triliun pada awal 2026.

Pergeseran Perilaku Konsumen Milenial dan Gen Z

Keberhasilan bisnis ini tak lepas dari perubahan preferensi pasar. Survei internal oleh platform Tokopedia dan Shopee menunjukkan bahwa pencarian produk ramah lingkungan dan berlabel “social enterprise” naik 210% sepanjang semester pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Konsumen muda bersedia membayar lebih mahal untuk produk yang transparan rantai pasoknya, memberdayakan komunitas, dan memiliki narasi lingkungan yang kuat. Kondisi ini menciptakan lingkaran positif: permintaan tinggi mendorong lebih banyak wirausaha beralih ke model eco-sociopreneur.

Kolaborasi Ritel Besar Demi Skala Lebar

Para pemain besar ritel juga mulai menggandeng mereka. Waste4Change bermitra dengan jaringan minimarket untuk menyediakan titik penjemputan sampah terpilah, sementara produk daur ulang Rebricks sudah dipakai di pembangunan beberapa properti nasional. Sinergi ini membuktikan bahwa eco-sociopreneurship bukan gerakan pinggiran, melainkan arus utama perekonomian baru Indonesia.

You Might Also Like

Pemberdayaan UMKM oleh Pemerintah Melalui Kebijakan dan Program Pendampingan
Ekosistem Start-up Teknologi di Indonesia: Tumbuh Pesat di Era Digital
Modal, Mentoring, dan Jaringan: Tiga Pilar Dukungan Inkubator untuk Usaha Pemula
Peluang dan Tantangan Transformasi Digital bagi UMKM Indonesia
Inspirasi Pengusaha Muda Indonesia yang Sukses Mengubah Tantangan Menjadi Peluang Usaha
Previous Article Produk Premium Eropah Terus Memperkukuh Kehadiran di Malaysia Melalui MIFB 2026 dan Majlis Makan Malam B2B Produk Premium Eropah Terus Memperkukuh Kehadiran di Malaysia Melalui MIFB 2026 dan Majlis Makan Malam B2B
Next Article KAI Logistik Raih Peringkat AA/Stable serta Tingkat Kesehatan dan Predikat “Sehat”, Perkuat Kepercayaan Pelanggan di Tengah Dinamika Industri KAI Logistik Raih Peringkat AA/Stable serta Tingkat Kesehatan dan Predikat “Sehat”, Perkuat Kepercayaan Pelanggan di Tengah Dinamika Industri
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?