By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: Optimasi AI Tak Cukup dengan GEO dan AEO, Alexandro Wibowo Perkenalkan Framework AVO
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Bisnis

Optimasi AI Tak Cukup dengan GEO dan AEO, Alexandro Wibowo Perkenalkan Framework AVO

vritimes
Last updated: July 21, 2026 1:23 pm
vritimes
3 months ago
Share
Optimasi AI Tak Cukup dengan GEO dan AEO, Alexandro Wibowo Perkenalkan Framework AVO
SHARE

Seiring meningkatnya penggunaan AI generatif seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan Perplexity, semakin banyak perusahaan mulai menerapkan berbagai strategi agar brand mereka muncul dalam jawaban AI. Pendekatan seperti Generative Engine Optimization (GEO) dan Answer Engine Optimization (AEO) pun semakin dikenal sebagai cara mengoptimalkan konten untuk AI.

Namun, menurut Alexandro Wibowo, Partner Avonetiq, pendekatan tersebut hanya menyentuh sebagian dari tantangan yang dihadapi perusahaan.

“Sebagian besar diskusi saat ini berfokus pada bagaimana membuat konten lebih mudah ditemukan AI. Padahal, muncul dalam jawaban AI hanyalah hasil akhir. Sebelum itu terjadi, ada proses bagaimana AI mengenali, mengevaluasi, lalu memutuskan apakah sebuah brand layak direkomendasikan,” ujar Alexandro.

Untuk menjelaskan proses tersebut, Alexandro memperkenalkan Authority and Visibility Optimization (AVO) melalui paper Authority and Visibility in the AI Search Era. AVO merupakan sebuah framework yang membantu perusahaan memahami bagaimana AI membangun rekomendasi terhadap suatu brand, mulai dari tahap pengenalan, pembentukan kepercayaan, hingga kemunculan brand dalam jawaban AI.

Berbeda dengan pendekatan GEO dan AEO yang hanya berfokus pada optimasi konten, AVO melihat bahwa keberhasilan sebuah brand di AI bergantung pada dua aspek yang saling berkaitan, yaitu Authority dan Visibility.

Authority menggambarkan seberapa kuat sebuah brand dipahami dan dipercaya oleh AI berdasarkan berbagai sinyal yang tersedia di ruang digital. Sementara itu, Visibility mengukur bagaimana AI benar-benar menggunakan dan merekomendasikan brand tersebut ketika menjawab pertanyaan pengguna.

“Perusahaan sering hanya bertanya, ‘Apakah brand kami muncul di AI?’. Padahal pertanyaan yang lebih penting adalah, ‘Apakah AI memiliki alasan untuk memilih brand kami?’ Itulah yang ingin dijelaskan melalui AVO,” kata Alexandro.

Menurut Alexandro, hadirnya AI generatif menuntut perusahaan untuk mengubah cara mereka membangun kehadiran digital. Jika sebelumnya keberhasilan lebih banyak diukur dari peringkat di mesin pencari atau jumlah pengunjung website, kini perusahaan juga perlu memahami bagaimana AI membentuk persepsi terhadap sebuah brand sebelum memberikan rekomendasi kepada pengguna.

Penerapan AVO dapat didukung oleh platform AI Visibility seperti AVO AI, yang membantu perusahaan memantau perkembangan Authority dan Visibility brand, membandingkannya dengan kompetitor, serta mengevaluasi berbagai sinyal yang berperan dalam proses AI menghasilkan rekomendasi.

“AVO kami kembangkan bukan hanya sebagai teknik optimasi, tetapi sebagai kerangka kerja untuk memahami bagaimana AI mengambil keputusan. Ketika perusahaan memahami proses tersebut, mereka dapat membangun strategi yang lebih terukur dan berkelanjutan di era AI,” tutup Alexandro.

You Might Also Like

Main Game Megaxus Makin Nyaman dengan Pembelian Aksesorisnya
3 Restoran di Ubud untuk Brunch Dengan Suasana Instaworthy
SUCOFINDO Dorong Transformasi Pariwisata Kutai Barat melalui Penerapan SNI 9042:2021 CHSE
Harga Emas Hari Ini Berpeluang Rebound, Dupoin Futures: Tren Bearish Masih Mendominasi
Kemudahan Top Up Arena of Valor untuk Mendukung Pengalaman Bermain yang Lebih Praktis
Previous Article Autonomous Underwater Vehicles vs ROV: Panduan untuk Industri Autonomous Underwater Vehicles vs ROV: Panduan untuk Industri
Next Article Pendiri BioMom Swiluva Ma Jajaki Kolaborasi dengan Kemendukbangga untuk Cegah Stunting Pendiri BioMom Swiluva Ma Jajaki Kolaborasi dengan Kemendukbangga untuk Cegah Stunting
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?