By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: AI Search Ubah Strategi Digital Brand, AVO AI Bantu Ukur Peluang Brand Dipilih AI
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Bisnis

AI Search Ubah Strategi Digital Brand, AVO AI Bantu Ukur Peluang Brand Dipilih AI

vritimes
Last updated: June 27, 2026 8:35 am
vritimes
2 weeks ago
Share
SHARE

Selama bertahun-tahun, perusahaan berlomba meningkatkan visibilitas digital melalui optimasi mesin pencari, iklan, dan berbagai kanal pemasaran online. Namun munculnya AI generatif mulai mengubah cara brand bersaing di ruang digital.

Laporan terbaru Capgemini menemukan bahwa 58% konsumen telah menggunakan generative AI seperti ChatGPT dan Gemini sebagai pengganti mesin pencari tradisional untuk mendapatkan rekomendasi produk dan layanan, meningkat tajam dibandingkan 25% pada 2023. Bahkan, 71% konsumen menginginkan AI terintegrasi dalam pengalaman pencarian dan belanja mereka.

Pergeseran perilaku tersebut membuat visibilitas di platform AI menjadi semakin penting. Berbeda dengan mesin pencari yang menampilkan banyak pilihan hasil pencarian, AI cenderung memberikan sejumlah kecil jawaban yang dianggap paling relevan dan terpercaya. Akibatnya, peluang sebuah brand untuk dipertimbangkan konsumen semakin dipengaruhi oleh apakah brand tersebut muncul dalam jawaban AI.

Meski demikian, sebagian besar perusahaan masih belum memiliki cara untuk mengetahui apakah brand mereka direkomendasikan oleh AI. Banyak perusahaan dapat memantau posisi brand mereka di mesin pencari, traffic website, maupun performa kampanye digital secara real-time, tetapi belum memiliki visibilitas mengenai bagaimana AI menilai dan menggunakan informasi tentang brand mereka.

“Berbeda dengan mesin pencari yang menampilkan puluhan hasil, AI biasanya hanya menampilkan beberapa brand yang dianggap paling relevan. Karena itu, muncul atau tidaknya sebuah brand dalam jawaban AI dapat memengaruhi peluang brand tersebut masuk ke tahap pertimbangan konsumen,” ujar Alexandro Wibowo, Partner Avonetiq.

Menurut Alexandro, AI menggunakan berbagai sinyal untuk menentukan informasi yang akan dijadikan jawaban, mulai dari konsistensi informasi, kredibilitas sumber, hingga otoritas digital sebuah brand. Karena itu, visibilitas di AI menjadi faktor yang semakin penting dalam strategi pemasaran dan komunikasi digital.

“Selama ini perusahaan memiliki cara untuk mengukur traffic website atau posisi kata kunci di mesin pencari. Namun mereka belum memiliki cara untuk memahami apakah AI benar-benar mempertimbangkan brand mereka ketika menjawab pertanyaan pengguna. Kesenjangan inilah yang mulai muncul di era AI Search,” jelas Alexandro.

Untuk membantu perusahaan memahami perubahan tersebut, Avonetiq menghadirkan AVO AI, sebuah platform yang dirancang untuk menganalisis jawaban dari berbagai platform AI untuk mengukur seberapa sering sebuah brand dipilih, direkomendasikan, atau disebutkan dalam konteks tertentu.

“Kami mengembangkan metode untuk mengukur bagaimana AI menggunakan sebuah brand sebagai jawaban ketika pengguna mencari informasi atau meminta rekomendasi. Melalui AVO AI, pemilik brand tidak hanya bisa melihat skornya, tetapi juga memahami apa yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan visibilitas tersebut.” ujar Alexandro.

AVO AI mengukur dua aspek utama, yaitu Authority Score dan Visibility Score. Authority Score menunjukkan tingkat kesiapan sebuah brand untuk dipercaya oleh sistem AI berdasarkan kualitas informasi, klaim, dan verifikasi yang tersedia secara digital. 

Brand dengan Authority Score yang lebih tinggi umumnya memiliki informasi yang lebih konsisten serta lebih banyak klaim yang tervalidasi melalui media, website resmi, maupun sumber pihak ketiga yang kredibel. Sementara itu, Visibility Score mengukur seberapa sering sebuah brand muncul dalam jawaban AI untuk berbagai topik dan kategori yang relevan.

Melalui kedua metrik tersebut, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai bagaimana AI memahami, menilai, dan menggunakan informasi tentang brand mereka dalam menyusun jawaban kepada pengguna.

“Perusahaan juga bisa mengetahui pertanyaan apa yang memunculkan kompetitor mereka dan mengapa AI lebih memilih kompetitor tersebut. Dengan begitu, mereka tidak hanya mengetahui hasil akhirnya, tetapi juga memahami faktor yang mempengaruhi visibilitas brand di AI,” lanjut Alexandro

Alexandro menilai bahwa kemampuan memantau visibilitas di AI akan menjadi bagian penting dari strategi pemasaran modern, sebagaimana SEO dan analitik digital menjadi standar dalam dua dekade terakhir.

“Dulu brand bertanya apakah mereka muncul di halaman pertama mesin pencari. Kini pertanyaannya berubah menjadi apakah AI memilih brand mereka sebagai jawaban. Seiring meningkatnya penggunaan AI untuk mencari informasi dan rekomendasi, monitoring visibility akan menjadi metrik yang semakin penting bagi brand,” tutup Alexandro.

You Might Also Like

InterSystems IntelliCare Jadi Rekam Medis Elektronik AI-Native Pertama Bersertifikasi MDR Uni Eropa
AI Connect dan Estha AI Perkuat Ekosistem Pembelajaran AI dari Adopsi hingga Pengembangan Produk
KAI Bandara Perluas Layanan di Sumatera Utara untuk Tingkatkan Mobilitas dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat
Penguatan Sistem Mutu Perguruan Tinggi dan Apresiasi Mahasiswa Jadi Sorotan lewat “BINUS Untuk Medan”
Rayakan Demam Piala Dunia, Bittime Hadirkan League of Traders Bagi Investor Indonesia
Previous Article Polda NTT Sambut HUT ke-80 Bhayangkara dengan Perkuat Personel dari Dalam Lewat Terapi USEFT Massal
Next Article VRITIMES Dukung Global Sustainable Development Congress 2026 sebagai Media Partner
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?