By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: Kinerja Q1 2026 Tumbuh Signifikan, Hypefast Catat Lonjakan Net Income Lebih Dari 300 Persen YoY
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Press Release

Kinerja Q1 2026 Tumbuh Signifikan, Hypefast Catat Lonjakan Net Income Lebih Dari 300 Persen YoY

Bima
Last updated: May 4, 2026 6:03 am
Bima
2 months ago
Share
SHARE

House of brands lokal terbesar di Indonesia membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba tiga digit secara tahunan, didukung portofolio brand yang semakin kuat dan fundamental bisnis yang solid menjelang IPO 2027.

JAKARTA – Hypefast mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang impresif pada kuartal
pertama (Q1 2026), mencatat pertumbuhan Net Income lebih dari 300% (YoY) serta
Net Cashflow mendekati 250% (YoY). 
Sebagai house of brands terbesar untuk brand lokal di Indonesia,
Hypefast menaungi 9 brand dari berbagai kategori seperti kecantikan, fashion,
dan kebutuhan ibu & anak, termasuk Luxcrime, Cessa, dan Bohopanna. Dengan pendekatan berbasis kolaborasi dan
teknologi, Hypefast terus memperkuat perannya dalam membangun ekosistem brand
yang berkelanjutan. Performa ini didorong oleh kontribusi kuat dari portofolio
brand di berbagai kategori.

Sejumlah brand utama mencatatkan pertumbuhan signifikan sepanjang Q1 2026.
Cessa mencatatkan pertumbuhan Net Income sebesar 189% (YoY), sementara Luxcrime
tumbuh 110% (YoY). Kinerja positif ini menunjukkan konsistensi strategi
Hypefast dalam mengembangkan brand dengan pendekatan berbasis data dan
kolaborasi erat bersama para founder.

Di kategori fashion, Bohopanna mencatat revenue kuartalan
tertinggi sepanjang sejarah brand, menandai momentum pertumbuhan yang
kuat. Sementara itu, Nyonya Piyama juga menunjukkan performa yang solid dengan
pertumbuhan pendapatan sebesar 93% dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya.

Founder dan CEO Hypefast, Achmad Alkatiri, menyebut capaian ini sebagai
refleksi dari kekuatan fundamental yang menopang pertumbuhan Hypefast.

“Kuartal pertama 2026 menjadi pencapaian yang patut kami syukuri.
Angka-angka dalam laporan ini mencerminkan ketangguhan individu di baliknya:
mulai dari tim kami, para founder brand, hingga loyal customer.
Keyakinan yang sama inilah yang terus mendorong kami untuk melangkah maju,”
ujar Achmad.

Di tengah kondisi global yang dinamis, Hypefast tetap melihat peluang
pertumbuhan yang positif, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian
dalam menjalankan bisnis.

“Kami melangkah ke
sisa tahun ini dengan optimisme yang kuat, namun tetap dengan berhati-hati di
tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah. Apa pun kondisi pasar ke
depan, fundamental bisnis kami tetap kuat, dan kami berkomitmen untuk menjaganya.,”
tambahnya.

 

Outlook Strategis & Persiapan
IPO

Sejak berdiri, Hypefast telah membangun portofolio brand lokal lintas
kategori yang terus berkembang, termasuk Luxcrime, Cessa, Bohopanna, dan Nyonya
Piyama. Menuju IPO 2027, Hypefast tengah mempersiapkan serangkaian inisiatif
strategis yang menjadi bagian dari langkah corporate action perusahaan.
Dana yang dihimpun dari pencatatan saham perdana akan dimanfaatkan untuk
memperluas ekosistem Hypefast, mencakup pengembangan jalur distribusi offline,
kapabilitas manufaktur, serta ekspansi brand lokal ke pasar internasional,
dimulai dari Asia Tenggara.

“Momentum di kuartal awal tahun ini menjadi pondasi penting bagi langkah
kami ke depan. Fokus kami adalah menjaga kualitas pertumbuhan, memperkuat
fundamental, dan terus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh
ekosistem,” tutup Achmad.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

You Might Also Like

KAI Divre III Palembang Pastikan Kesiapan Layanan Lebaran 2026 Melalui Rampcheck SPM Menyeluruh
Barantum Hadirkan Automasi dengan WhatsApp Gateway Official
Padel Masih Digandrungi, Lokasoka Siapkan Solusi Jersey Padel Custom Berbasis Kualitas dan Personalisasi
Saat Brand Lain Bakar Budget, Her Assets Society Semarang Bangun Sistem Mini Konsorsium
Pentingnya Trading Plan Harian dalam Aktivitas Trading Emas
Previous Article 54% Investor Pasar Modal Indonesia di Bawah 30 Tahun, BRIDS Catat Lonjakan Transaksi Digital 1.327% di 2025
Next Article NPF Terkendali di 2,23%, BRI Finance Tunjukkan Ketahanan Kualitas Aset
about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?