By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: Pemetaan LiDAR Berbasis Drone untuk Perkebunan Sawit Skala Besar
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Press Release

Pemetaan LiDAR Berbasis Drone untuk Perkebunan Sawit Skala Besar

Bima
Last updated: April 29, 2026 7:03 am
Bima
2 months ago
Share
SHARE

Pemetaan lahan di perkebunan kelapa sawit skala besar menghadapi tantangan teknis yang tidak bisa diselesaikan dengan foto udara konvensional.

Kanopi sawit dewasa menutup permukaan tanah dari sensor kamera, sehingga data terrain yang dihasilkan hanya merekam pucuk pohon, bukan kondisi tanah yang sebenarnya.

DJI Zenmuse L3 hadir sebagai sensor LiDAR untuk survei dan pemetaan dari platform drone enterprise. Berbeda dari kamera, Zenmuse L3 menembakkan laser pulse pada frekuensi 350 kHz dan merekam multiple return per pulse, termasuk sinyal yang menembus celah antar pelepah sawit hingga menyentuh permukaan tanah di bawahnya.

Dikembangkan oleh DJI Enterprise, Zenmuse L3 menggabungkan sistem pemindaian laser beresolusi tinggi dengan koreksi IMU terintegrasi. Sensor ini menghasilkan point cloud 3D yang merepresentasikan kondisi terrain secara akurat, dari lapisan kanopi hingga permukaan bare-earth, dalam satu penerbangan.

Di Indonesia, Halo Robotics menyediakan Zenmuse L3 sebagai bagian dari solusi LiDAR survey untuk kebutuhan pemetaan di sektor perkebunan, pertambangan, dan kehutanan. Sistem ini dioperasikan menggunakan drone DJI Matrice 400 dengan DJI D-RTK 3 sebagai ground station untuk koreksi GNSS differential secara real-time, serta pemrosesan point cloud menggunakan Terrasolid.

“Zenmuse L3 berhasil memetakan 1.306 hektar di lahan produksi aktif dalam 138 menit waktu terbang efektif, dengan akurasi horizontal dan vertikal 4 cm. Data yang dihasilkan langsung siap digunakan untuk analisis drainase dan pemetaan kontur,” ujar Halo Robotics.

Output LiDAR survey mencakup tiga file survey-grade:

1. Point Cloud (.las) untuk data 3D lengkap dari kanopi hingga tanah

2. Digital Surface Model (.tif) untuk elevasi permukaan termasuk vegetasi

3. Digital Terrain Model (.tif) untuk elevasi bare-earth yang digunakan dalam analisis drainase dan pemetaan kontur.

Seluruh file sudah ter-georeferensi dan kompatibel langsung dengan workflow GIS standar.

Penggunaan LiDAR drone seperti DJI Zenmuse L3 menunjukkan cara industri perkebunan mengelola data terrain skala besar secara lebih terukur. Data bare-earth dengan akurasi centimeter membuka peluang bagi pengelola kebun untuk mengambil keputusan operasional berbasis data, dari perencanaan drainase hingga monitoring topografi jangka panjang, tanpa bergantung pada metode survei konvensional yang membutuhkan waktu lebih lama.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

You Might Also Like

Pertimbangkan Kondisi Pasar, BRI Finance Terapkan Strategi Pricing Adaptif
Igloo Luncurkan Igi, Asisten AI Asuransi Perjalanan Pertama di Asia Tenggara yang Layani Pembelian Polis dari Awal hingga Akhir
Kolaborasi Alumni BINUS Warnai di IIETE 2026, Buka Peluang Berkarier untuk Gen Z di Industri dan Tampilkan Sinergi Kampus Hingga Industri Kreatif
Telkom AI Center Padang Dorong Pelaku Usaha Jadikan AI sebagai Partner Strategis dalam Pengembangan Bisnis
Dukung Akses Internet Masyarakat Bali, MyRepublic Air Hadir di Denpasar hingga Buleleng
Previous Article Nishi Izakaya Hadirkan Asian Crossover & Refresh Series, Perpaduan Rasa Asia Tenggara dalam Hidangan Jepang
Next Article Topotels Gelar Marcom Awards Q1 2026, Perkuat Strategi Marketing Hotel di Tengah Tren Digitalisasi Hospitality
about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?