By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: 68% Pencarian Kini Berakhir Tanpa Klik, Merek yang Tak Disebut AI Otomatis Tersingkir
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Press Release

68% Pencarian Kini Berakhir Tanpa Klik, Merek yang Tak Disebut AI Otomatis Tersingkir

Bima
Last updated: September 14, 2026 11:03 pm
Bima
4 weeks ago
Share
68% Pencarian Kini Berakhir Tanpa Klik, Merek yang Tak Disebut AI Otomatis Tersingkir
68% Pencarian Kini Berakhir Tanpa Klik, Merek yang Tak Disebut AI Otomatis Tersingkir
SHARE

Cara orang menemukan sebuah merek sedang berubah secara mendasar. Menurut analisis SparkToro terhadap data Similarweb, sekitar 68% pencarian Google di Amerika Serikat pada 2026 berakhir tanpa satu klik pun ke situs mana pun, naik dari sekitar 58,5% pada 2024. Artinya, kurang dari satu dari tiga pencarian masih membawa pengguna keluar dari halaman hasil pencarian menuju situs web yang terbuka.

Riset Bain & Company terhadap konsumen turut mencatat bahwa 80% responden kini mengandalkan hasil yang dihasilkan AI untuk setidaknya 40% dari aktivitas pencarian mereka, dan 60% pencarian berakhir tanpa klik karena jawabannya sudah dianggap cukup di halaman hasil. Pola ini bukan sekadar perubahan minor pada perilaku digital, melainkan pergeseran struktural: jawaban yang dulunya berupa daftar tautan untuk dipilih sendiri, kini semakin sering langsung disajikan sebagai satu jawaban ringkas, lengkap dengan merek yang direkomendasikan di dalamnya, atau tanpa merek sama sekali.

Bagi konsumen, perubahan ini terasa seperti kemudahan. Bagi merek, ini menciptakan risiko baru: jika sebuah merek tidak disebut dalam jawaban yang dihasilkan AI, pengguna yang tidak pernah melihat daftar hasil pencarian juga tidak akan pernah menemukan merek tersebut, meski merek itu sebenarnya relevan dan berkualitas.

“Dulu, orang mencari lalu memilih sendiri dari daftar hasil. Sekarang, jawabannya sudah muncul lebih dulu, dan kalau merek tidak disebut di jawaban itu, merek tersebut otomatis tidak pernah masuk pertimbangan pelanggan,” ujar Alexandro Wibowo, Partner of Avonetiq.

Menjawab pergeseran ini, Avonetiq, Digital Authority Firm yang mengoperasionalkan pendekatannya lewat AVO by Avonetiq, mengembangkan metodologi untuk mengukur bagaimana sebuah merek benar-benar tampil dalam jawaban yang dihasilkan AI, bukan hanya pada posisi peringkat hasil pencarian tradisional.

Nama AVO sendiri sengaja dipakai ganda: sebagai singkatan dari disiplin Authority & Visibility Optimization yang menjadi kategori baru dalam pengukuran merek, sekaligus sebagai nama alat yang dikembangkan Avonetiq untuk menjalankan pengukuran tersebut.

“Kami melihat kebutuhan untuk memisahkan dua pertanyaan yang sering dianggap sama: apakah merek ini disebut oleh AI, dan kenapa AI mempercayainya untuk direkomendasikan. Dua pertanyaan itu butuh cara ukur yang berbeda,” tambah Alexandro.

Perubahan ini relevan bagi dua kelompok berbeda: pemilik merek yang ingin memastikan pelanggan mereka masih bisa menemukan mereka, dan agensi yang mengelola reputasi banyak klien sekaligus, di mana risiko kehilangan visibilitas terjadi bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali lipat dari jumlah klien yang mereka tangani.

Pergeseran ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring makin banyaknya pengguna yang beralih ke platform tanya jawab berbasis AI untuk aktivitas yang sebelumnya dilakukan melalui pencarian tradisional. Bagi pemilik merek maupun agensi, kemampuan mengukur keterlihatan di jawaban AI kemungkinan besar akan menjadi bagian standar dalam mengukur performa digital, alih-alih sekadar fitur tambahan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

You Might Also Like

Mengenal Berbagai Suara Kucing dan Maknanya
Apa Itu Saham Gorengan? Kenali Ciri dan Risikonya
BP Tapera Optimalkan Penyaluran FLPP melalui Penguatan Ekosistem Perumahan di Subang
BRI Finance Jawab Kebutuhan Renovasi Rumah Lewat Pembiayaan Berbasis BPKB
MyRepublic Air Rampungkan Uji Laik Operasi di Palangka Raya, Tandai Kesiapan Ekspansi Nasional Layanan FWA
Previous Article Spicelab.ai Resmi Hadir: Platform Marketing AI yang Bisa Diatur Sendiri oleh Pemilik Bisnis Spicelab.ai Resmi Hadir: Platform Marketing AI yang Bisa Diatur Sendiri oleh Pemilik Bisnis
Next Article Sanct, Sosial Media yang Pertemanannya Dimulai dari Bertemu Langsung, Rilis Film Pendek tentang Perantau yang Belum Bisa Pulang Sanct, Sosial Media yang Pertemanannya Dimulai dari Bertemu Langsung, Rilis Film Pendek tentang Perantau yang Belum Bisa Pulang
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?