By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: Biaya Admin Shopee dan TikTok Shop Terus Naik di 2026, Pelaku UMKM Mulai Lirik Toko Online Sendiri
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Press Release

Biaya Admin Shopee dan TikTok Shop Terus Naik di 2026, Pelaku UMKM Mulai Lirik Toko Online Sendiri

Bima
Last updated: September 7, 2026 10:02 pm
Bima
1 month ago
Share
Biaya Admin Shopee dan TikTok Shop Terus Naik di 2026, Pelaku UMKM Mulai Lirik Toko Online Sendiri
Biaya Admin Shopee dan TikTok Shop Terus Naik di 2026, Pelaku UMKM Mulai Lirik Toko Online Sendiri
SHARE

Permintaan jasa pembuatan website ecommerce meningkat seiring makin banyak penjual online mengeluhkan hal serupa: omzet di layar terlihat besar, tapi saldo yang benar-benar masuk rekening jauh lebih kecil dari yang dibayangkan. Penyebabnya bukan penurunan penjualan, melainkan tumpukan potongan biaya yang makin tebal di dua marketplace terbesar Indonesia, Shopee dan TikTok Shop.

Contents
Dua Platform, Dua Skema Kenaikan yang Berjalan BersamaanBerapa Besar yang Sebenarnya HilangToko Sendiri sebagai Jalan Keluar dari Skema PersentaseDua Kanal Berjalan Berdampingan, Bukan Saling Menggantikan

Kondisi ini mendorong makin banyak pelaku usaha melirik kanal penjualan tambahan di luar marketplace konvensional.

Dua Platform, Dua Skema Kenaikan yang Berjalan Bersamaan

Shopee memberlakukan skema biaya admin baru mulai Januari 2026, dengan besaran 2,5 hingga 10 persen tergantung kategori produk. Untuk toko berstatus Shopee Mall, sebagian kategori bahkan dikenakan tarif hingga 11,7 persen. Di luar persentase utama, Shopee juga menetapkan biaya proses pesanan Rp1.250 per transaksi sejak Juli 2025, serta biaya tambahan 3 persen untuk produk pre-order sejak awal 2026.

TikTok Shop menempuh jalur serupa. Komisi platform berkisar 6,97 hingga 8 persen, ditambah komisi dinamis per kategori yang bisa menambah 3 hingga 8 persen lagi. Yang paling terasa bagi penjual bernilai transaksi besar: batas maksimum komisi per item naik drastis dari Rp40.000 menjadi Rp650.000 sejak pertengahan tahun, seiring integrasi platform ke ekosistem ShopTokopedia.

Kedua penyesuaian ini terjadi di waktu yang berdekatan, membuat penjual yang aktif di kedua platform merasakan dampaknya nyaris bersamaan.

Berapa Besar yang Sebenarnya Hilang

Kombinasi komisi platform dan komisi dinamis TikTok Shop untuk sejumlah kategori bisa mencapai sekitar 15 persen dari nilai transaksi. Artinya, toko dengan omzet Rp100 juta sebulan berpotensi kehilangan Rp15 juta hanya untuk biaya platform, di luar ongkos iklan dan promosi yang biasanya dikeluarkan terpisah. Dalam setahun, potongan ini bisa menembus Rp180 juta, angka yang cukup untuk membiayai penambahan tim atau pengembangan produk baru.

Toko dengan omzet kecil belum tentu merasakan dampak sebesar ini, karena potongan persentase yang kecil kadang masih lebih murah dibanding biaya langganan flat. Tapi begitu skala usaha membesar, perhitungannya sering berbalik.

Toko Sendiri sebagai Jalan Keluar dari Skema Persentase

Alih-alih terus menyesuaikan harga jual setiap kali platform menaikkan komisi, sebagian pelaku usaha memilih memakai jasa pembuatan website toko online untuk membangun kanal penjualan yang biayanya tidak bergantung pada persentase omzet. Skema langganan flat BisnisOn dilengkapi enam pilihan payment gateway, delapan lebih opsi kurir real-time, notifikasi WhatsApp otomatis untuk setiap pesanan, dan dukungan custom domain lengkap dengan SSL gratis sejak hari pertama toko digunakan.

“Yang sering terjadi, pelaku usaha baru menyadari besarnya potongan komisi setelah beberapa bulan berjalan, ketika mereka mulai membandingkan angka penjualan kotor dengan yang benar-benar diterima,” ujar Mas Tama, pendiri BisnisOn. “Struktur langganan flat membuat pelaku usaha bisa menghitung biaya operasionalnya di depan, tanpa perlu menyesuaikan harga jual setiap kali platform mengubah skema komisi.”

Dua Kanal Berjalan Berdampingan, Bukan Saling Menggantikan

Toko online mandiri dan toko di marketplace pada praktiknya lebih sering berjalan bersamaan, bukan salah satu ditinggalkan. Perbedaannya terletak pada siapa yang memegang data pelanggan dan bagaimana biaya dihitung. Di marketplace, data pembeli sepenuhnya berada di sistem platform dan biayanya mengikuti persentase transaksi. Di toko sendiri, pelanggan menjadi milik brand secara langsung dan biayanya tetap sama besar berapa pun jumlah transaksi bulanan.

Pendekatan menjalankan dua kanal sekaligus semakin umum ditemui di kalangan pelaku usaha yang omzetnya sudah stabil di marketplace, tapi ingin punya kendali lebih besar atas biaya operasional jangka panjang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

You Might Also Like

Bangun Rumah 2 Lantai Lebih Aman dengan Kombinasi Besi yang Tepat
Bittime Hadirkan Peluang Baru Melalui Bittime Mining Points, Maksimalkan Keuntungan Trading dengan Total Prize Pool Lebih dari 30.000 Palapa
90% UMKM RI Belum Optimalkan AI, yang Sudah Pakai Pun Lupa Cek Hal Ini
Tantangan dan Tips dalam Menabung Emas
Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Branch Office Krekot Layani Nasabah dengan Mengenakan Pakaian Nasional
Previous Article PTPN Group melalui PTPN IV Regional V Salurkan Bantuan untuk Mendukung Penanganan Karhutla di Kalimantan PTPN Group melalui PTPN IV Regional V Salurkan Bantuan untuk Mendukung Penanganan Karhutla di Kalimantan
Next Article Dorong Ketersediaan Benih Unggul, PT RPN, Anak Usaha Holding Perkebunan Nusantara Bahas Relaksasi Regulasi Perbenihan Karet Dorong Ketersediaan Benih Unggul, PT RPN, Anak Usaha Holding Perkebunan Nusantara Bahas Relaksasi Regulasi Perbenihan Karet
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?