By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Reading: Rumah Pertama Bukan Tentang Seberapa Besar Penghasilanmu, Tapi Tentang Keberanian Mengambil Langkah Pertama untuk Masa Depan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Press Release

Rumah Pertama Bukan Tentang Seberapa Besar Penghasilanmu, Tapi Tentang Keberanian Mengambil Langkah Pertama untuk Masa Depan

Bima
Last updated: September 5, 2026 2:11 am
Bima
6 hours ago
Share
Rumah Pertama Bukan Tentang Seberapa Besar Penghasilanmu, Tapi Tentang Keberanian Mengambil Langkah Pertama untuk Masa Depan
Rumah Pertama Bukan Tentang Seberapa Besar Penghasilanmu, Tapi Tentang Keberanian Mengambil Langkah Pertama untuk Masa Depan
SHARE

Dari pedagang sembako seperti Rosmini, tukang becak, ustaz, pedagang cilok, satpam, asisten rumah tangga, hingga generasi muda berusia 19–25 tahun, setiap penerima manfaat memiliki cerita dan titik awal yang berbeda. Namun, mereka membuktikan bahwa impian memiliki rumah dapat diwujudkan ketika ada kemauan untuk berusaha dan keberanian mengambil kesempatan.

Jakarta, 4 September 2026 – Warung milik Rosmini, seorang
pedagang sembako di Kabupaten
Batang, Jawa Tengah, pernah roboh diterjang angin puting beliung. Sempat
terpikir untuk berhenti, Rosmini memilih
bangkit dan kembali
berjualan. Dari berjualan nasi,
ia mengembangkan usahanya dengan menjual gorengan, makanan ringan
hingga kebutuhan sehari-hari.

Kini, bukan hanya usahanya yang kembali berdiri. Rosmini
juga telah memiliki rumah sendiri melalui Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Perumahan Puri Delta 12 City Side, Kabupaten Batang.

“Warung saya
memang pernah roboh, tapi semangat jangan sampai ikut roboh. Sampai akhirnya
saya diberitahu oleh saudara bahwa melalui BP Tapera kami bisa punya rumah
sendiri. Sekarang warung ini juga ikut pindah ke rumah,” tutur Rosmini.

Kisah Rosmini menjadi gambaran bahwa memiliki rumah pertama tidak
selalu harus menunggu penghasilan besar. Melalui Program FLPP, Pemerintah memberikan dukungan pembiayaan perumahan bagi Masyarakat
Berpenghasilan Rendah (MBR)
agar dapat memiliki rumah yang layak dan
terjangkau. Program ini dikelola BP Tapera dan disalurkan melalui bank penyalur
kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengajak masyarakat yang belum memiliki rumah, termasuk generasi muda
yang telah memenuhi persyaratan, untuk memanfaatkan kesempatan kepemilikan
rumah melalui Program FLPP.

“Kami mengajak
masyarakat untuk tidak
ragu memanfaatkan Program
FLPP. Menariknya, berdasarkan
realisasi sementara hingga 4 September 2026, penerima manfaat tertinggi justru
berasal dari kelompok usia 19–25 tahun atau Generasi Z. Ini menunjukkan bahwa
generasi muda mulai memiliki kesadaran dan keberanian untuk merencanakan kepemilikan
rumah sejak dini. Jangan merasa harus menunggu sampai memiliki penghasilan
besar untuk memiliki rumah pertama. Yang penting adalah memahami kemampuan,
memenuhi persyaratan, dan berani mengambil langkah pertama,” ujar Heru.

Heru mengatakan, rumah pertama bukan sekadar bangunan tempat tinggal,
tetapi menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakat dalam membangun
kehidupan yang lebih baik bersama keluarga.

“Rumah pertama bukan tentang seberapa besar penghasilanmu. Tapi tentang
keberanian mengambil langkah pertama untuk masa depan. Setiap orang memiliki
perjalanan dan kemampuan yang berbeda, tetapi kesempatan untuk memiliki rumah
dapat dimulai ketika kita berani mengambil langkah dan memanfaatkan kesempatan
yang ada,” tambah Heru.

Pada tahun 2026,
Pemerintah menyediakan kuota
sebanyak 350.000 unit rumah subsidi
melalui Program FLPP. Artinya, kesempatan bagi masyarakat yang memenuhi
persyaratan untuk memiliki rumah pertama masih terbuka.

Hingga 4 September 2026, realisasi sementara Program FLPP
periode 1 Januari–3 September 2026 telah mencapai 144.691 unit rumah, dengan
nilai pembiayaan sebesar Rp17,99 triliun.

Capaian tersebut menjadi
bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi
masyarakat. Dengan kuota yang masih tersedia, BP Tapera mendorong masyarakat
yang belum memiliki rumah untuk mulai mencari informasi, mempertimbangkan
kemampuan finansial, dan melihat peluang kepemilikan rumah melalui Program
FLPP.

Dari pedagang sembako seperti
Rosmini, tukang becak, ustaz, pedagang cilok, satpam, asisten rumah tangga,
hingga generasi muda berusia 19–25 tahun, setiap penerima manfaat memiliki
cerita dan titik awal yang berbeda. Namun, mereka membuktikan bahwa impian
memiliki rumah dapat diwujudkan ketika
ada kemauan untuk
berusaha dan keberanian mengambil kesempatan.

 

Karena rumah pertama
bukan tentang seberapa
besar penghasilanmu. Tapi tentang keberanian mengambil langkah pertama untuk
masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

You Might Also Like

Solusi Drone untuk Akuisisi Data hingga Analisis Haul Road Pertambangan
Tidak Hanya WA, Barantum Perluas Broadcast & AI Agent untuk Channel Lainnya
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Terima Kunjungan Duke Corporate Education
E-Wallet Makin Jadi Andalan: Cara Kerja, Tren Pengguna, dan Biayanya
Rekomendasi Motor Matic untuk Harian, Pilihan Stylish dengan Fitur Modern Mulai Rp20 Jutaan
Previous Article Hari Pelanggan Nasional 2026, Jasa Marga Berkomitmen Perkuat Layanan Berbasis Suara Pengguna Hari Pelanggan Nasional 2026, Jasa Marga Berkomitmen Perkuat Layanan Berbasis Suara Pengguna
Next Article Hari Pelanggan Jadi Momentum, PAM JAYA Beri Air Gratis untuk Masjid Istiqlal Hari Pelanggan Jadi Momentum, PAM JAYA Beri Air Gratis untuk Masjid Istiqlal
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

vritimes @2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?